⁠Mantan Pramugari Banting Stir Jualan Ikan, Awalnya Suami Suka Makan Ikan Kini Jual Sampai 1,5 Ton

Ifta Bintan adalah mantan pramugari yang kini banting stir menjadi seorang pengusaha ikan sukses sampai berhasil jual ikan sebanyak 1,5 ton.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
⁠Mantan Pramugari Banting Stir Jualan Ikan, Awalnya Suami Suka Makan Ikan Kini Jual Sampai 1,5 Ton
⁠Mantan Pramugari Banting Stir Jualan Ikan, Awalnya Suami Suka Makan Ikan Kini Jual Sampai 1,5 Ton (Merdeka.com)

Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, dengan rezeki yang telah ditentukan oleh Tuhan. 

Hal itulah yang dialami oleh Ifta Bintan, seorang pramugari yang pensiun dini untuk mengembangkan usaha berjualan ikan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ifta menjalankan usahanya dibantu penuh oleh sang suami yang juga bekerja di bidang penerbangan. 4 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2020, ia memulai usaha, dan satu tahun setelahnya, Ifta memutuskan untuk pensiun dini.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah itu, usahanya berjalan sangat pesat disertai dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Bahkan, ia berhasil menjual ikan sebanyak 1,5 ton perbulan. Simak ulasannya sebagai berikut.

Mantan Pramugari Banting Stir Jualan Ikan

Sebuah video yang diunggah di channel Youtube HaloBos memperlihatkan kisah Ifta Bintan, mantan pramugari asal Kulon Progo yang memutuskan untuk pensiun dini demi menjalankan usahanya sebagai penjual ikan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Usahanya bermula ketika Ifta dan suami setiap hari gemar sekali makan ikan. Bagi Ifta, lauk yang dipakai untuk makan adalah ikan. Maka dari itu, ia sering membeli ikan di berbagai tempat pelelangan ikan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Lambat laun, kebiasaan membeli ikan tersebut berujung pada ide untuk menyetok ikan-ikan yang sudah ia beli dan dijual kepada orang-orang yang juga suka dengan ikan yang ia beli. Sejak saat itulah, usaha jualan ikan milik Ifta berkembang sangat pesat.

“Nah di situ teman-teman itu mulai melihat ketika saya bikin story di pelelangan ikan, saya bikin WA story masak ikan mereka selalu tanya, dari mana ikannya kok kayaknya bagus,” 

kata Ifta.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Pada akhirnya mereka nitip, akhirnya saya beraniin stok beli freezer dan akhirnya jualan,” lanjutnya.

Punya Prinsip Utamakan Kepercayaan Customer

Salah satu cara yang diterapkan oleh Ifta ketika menjalankan usaha jualan ikan adalah selalu mengutamakan kepercayaan customer. Ifta mengaku pernah mendapatkan ikan yang sudah tidak layak konsumsi alias bau.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ikan itu adalah ikan tenggiri, saat ada satu customer yang komplain bahwa ikan yang ia jual ternyata bau, Ifta langsung melakukan tracking ke semua customer yang membeli ikan yang sama di bulan tersebut untuk mengganti ikan yang bau.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Tapi mengembalikan kepercayaan customer itu menurut saya harus seperti itu sih. Mungkin jadi nerapin apa yang saya dapatkan dulu gitu. Mungkin saya menghadapi customer juga seperti saya menghadapi penumpang,” jelas Ifta. 

Rekomendasi