Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jarang Disorot, Ini Potret Margonda Pahlawan yang Gugur Jadi Nama Jalan di Depok

Jarang Disorot, Ini Potret Margonda Pahlawan yang Gugur Jadi Nama Jalan di Depok Jalan Margonda Depok. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Nama jalan di berbagai daerah banyak menggunakan nama-nama pahlawan Indonesia. Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan pengorbanan para pahlawan.

Salah satunya ialah nama jalan di Kota Depok, Jawa Barat, yakni Margonda. Jalan tersebut diambil dari nama salah satu pahlawan yang gugur dalam perjuangan.

Dibanding pahlawan lain, sepak terjang Margonda sendiri memang tidak banyak diketahui. Padahal, dirinya adalah pimpinan dari Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Berikut potret Margonda yang jarang disorot:

Margonda Pahlawan Indonesia

Jalan Margonda merupakan salah satu nama wilayah yang sangat populer di Depok, Jawa Barat. Jalan ini menjadi gerbang utama saat memasuki kota di pinggiran Jakarta Selatan itu. Di jalan ini, hampir seluruh aktivitas perekonomian kota Depok berjalan.

Di area tersebut terdapat kantor pusat pemerintahan, terminal bus, stasiun kereta api, rumah sakit, hotel, mal, perumahan, berbagai kampus perguruan tinggi, dan lain sebagainya.

Nama Margonda sendiri diambil dari nama salah satu pahlawan Indonesia yang gugur dalam perjuangannya, namun tak pernah diketahui di mana pusaranya.

Dalam buku 'Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955' disebutkan, bahwa Margonda dulunya merupakan seorang pelajar analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor.

Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar.

Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok kemudian mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor.

Sayangnya, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya.

Margonda Gugur

Pada 11 Oktober 1945, meletus peristiwa Gedoran Depok. Depok diserbu para pejuang kemerdekaan. Para pejuang menilai orang Depok tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk membebaskan orang Depok yang ditawan TKR.Kemudian, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. Pasukan NICA kelabakan tapi Depok tetap gagal direbut pejuang. Korban pun banyak bergugura dari kedua belah pihak.Saat peristiwa itulah, keberadaan Margonda kembali muncul. Di antara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI.

Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata, Depok daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sungai yang bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Potret Margonda

Meski tak banyak diketahui orang, potret lawas Margonda ada di Museum Perjuangan Bogor dan dipajang bersama ratusan pejuang lainnya. Melansir dari unggahan di Instagram @prl_indonesia, foto Margonda disebut dipajang berdampingan dengan foto Kapten Tb. Muslihat dan Letnan Jenderal Ibrahim Adjie. "FOTO hitam putih itu nyaris luntur. Terpampang lusuh di lantai dua Museum Perjoangan Bogor, Jalan Merdeka No. 56 Kota Bogor," tulis keterangan unggahan.

margonda pahlawan indonesia

Instagram/@prl_indonesia ©2021 Merdeka.com

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP