Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fungsi Obat Methylprednisolone hingga Efek Sampingnya, Ketahui Cara Penggunaannya

Fungsi Obat Methylprednisolone hingga Efek Sampingnya, Ketahui Cara Penggunaannya Ilustrasi obat. shutterstock

Merdeka.com - Fungsi obat methylprednisolone atau metilprednisolon banyak digunakan di bidang kesehatan. Methylprednisolone tersebut juga dapat digunakan di berbagai kalangan usia kecuali bayi.

Secara garis besar, methylprednisolone merupakan golongan obat kortikosteroid atau glukokortikoid sintetis. Berdasarkan fungsinya, methylprednisolone bahkan digolongkan ke dalam daftar obat yang dibutuhkan secara esensial di bidang kesehatan.

Sebab, fungsi obat methylprednisolone termasuk penting untuk penanganan beberapa kasus di dalam fasilitas kesehatan. Maka dari itu, penggunaan dari obat methylprednisolone pun hampir mirip dengan morfin.

Namun, dosisnya justru dapat terbilang lebih rendah dibandingkan dengan morfin. Sama halnya dengan jenis obat-obatan yang lainnya, methylprednisolone pun juga memiliki cara penggunaan yang harus diperhatikan dengan baik.

Di samping itu, ada sejumlah efek samping dari penggunaan obat methylprednisolone yang juga harus menjadi perhatian. Lantas, apa saja sebenarnya fungsi obat methylprednisolone hingga efek sampingnya yang harus diperhatikan? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.

Fungsi Obat Methylprednisolone

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, obat methylprednisolone tergolong ke dalam jenis kortikosteroid. Kebanyakan dari obat-obatan jenis ini yakni bersifat anti-inflamasi.

Sehingga, fungsi obat methylprednisolone tersebut tak lain yakni sebagai pereda nyeri dan mencegah gejala inflamasi. Namun, methylprednisolone tersebut juga dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan jangka pendek dan panjang.

012 farah fuadona

Reuters

Pada beberapa kasus, methylprednisolone justru dapat digunakan secara jangka pendek pada pasien dalam terapi artritis, penyakit bronkitis, penyakit pernapasan lainnya, hingga gagal jantung.

Untuk jangka panjang, fungsi obat methylprednisolone juga dapat bekerja pada beberapa gangguan kesehatan. Di antaranya yakni seperti hiperglisemia, edema, hipertensi, osteoporosis, hingga psikosis.

Methylprednisolone tersebut bekerja secara fokus untuk mencegah senyawa kimia pada tubuh yang mengakibatkan peradangan. Dengan demikian, maka bagian tubuh yang mengalami pembengkakan akan secara perlahan mereda.

Efek Samping Obat Methylprednisolone

011 febrianti diah kusumaningrum

shutterstock

Meski memiliki fungsi sebagai anti-inflamasi, namun obat methylprednisolone juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari fungsi obat methylprednisolone tersebut antara lain sebagai berikut,

  • Sakit kepala ringan hingga berat
  • Perut terasa kembung
  • Mual hingga muntah
  • Nyeri otot dan mudah letih
  • Sakit perut hingga maag
  • Munculnya jerawat, ruam, hingga gangguan pada kulit lainnya
  • Menurunnya nafsu makan yang cukup drastis
  • Tidak teraturnya siklus menstruasi
  • Mudah terserang infeksi
  • Kadar gula darah meningkat
  • Munculnya gangguan emosi dan suasana hati
  • Efek Samping Methylprednisolone

    011 febrianti diah kusumaningrum

    shutterstock

    Pada beberapa kasus yang lebih akut, efek samping dari penolakan obat methylprednisolone oleh tubuh bisa menjadi gangguan serius. Efek samping tersebut dapat memicu gangguan pada bagian tubuh hingga organ tertentu.

    Beberapa efek samping tersebut di antaranya yakni sebagai berikut,

  • Tubuh mengalami kejang
  • Depresi akut hingga gangguan emosional
  • Munculnya gangguan pada indera penglihatan hingga nyeri
  • Munculnya irama jantung yang tidak teratur
  • Mengalami muntah darah
  • Kaki mengalami pembengkakan atau berat badan yang tiba-tiba mengalami kenaikan secara drastis
  • Methylprednisolone & Ibu Hamil

    Obat methylprednisolone memiliki interaksi khusus dengan tubuh dari ibu hamil. Cara kerja obat methylprednisolone berisiko menurunkan kinerja pertumbuhan janin di dalam kandungan.

    Kondisi tersebut lantas berisiko membuat gangguan pada kehamilan. Salah satunya yakni mampu mengakibatkan bayi lahir dengan berat badan yang rendah.

    011 febrianti diah kusumaningrum

    shutterstock

    Kendati demikian, risiko tersebut dapat diturunkan dengan mengonsumsi obat methylprednisolone dengan dosis yang rendah. Namun, apabila obat methylprednisolone dikonsumsi dalam jangka panjang, maka dapat mengakibatkan bayi terlahir dengan gangguan indera penglihatan.

    Maka dari itu, selalu konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi tubuh sebelum mengonsumsi obat methylprednisolone. Bahkan, beri tahu dokter jika Anda tengah dalam program kehamilan dan lain sebagainya.

    Dosis & Cara Penggunaan Obat Methylprednisolone

    Selain memahami fungsi obat methylprednisolone, hal lain yang perlu diketahui yakni mengenai dosis hingga cara penggunaannya yang benar. Mengonsumsi obat methylprednisolone yang keliru tidak mustahil justru akan menimbulkan gangguan kesehatan.

    foto ilustrasi obat

    ©2021 Merdeka.com/pexels.com

    Pada dasarnya, obat methylprednisolone diproduksi dalam bentuk cairan yang dapat diinjeksikan melalui jarum suntik. Sementara itu, methylprednisolone juga tersedia dalam bentuk tablet 4 mg, 8 mg, dan 16 mg.

  • Sementara itu, cara penggunaan obat methylprednisolone yaitu sebagai berikut:
  • Selalu mengikuti petunjuk dokter sebelum mengonsumsi obat methylprednisolone.
  • Selalu terbuka kepada dokter mengenai kondisi tubuh sebelum mengonsumsi obat methylprednisolone.
  • Informasikan kepada dokter mengenai penggunaan jenis obat tertentu, alergi obat, dan lain sebagainya.
  • Untuk bentuk tablet, methylprednisolone bisa dikonsumsi bersamaan dengan makanan untuk mencegah munculnya gangguan pada pencernaan.
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol setelah menelan obat methylprednisolone karena dapat meningkatkan risiko cidera pada saluran pencernaan.
  • Konsultasikan kepada dokter setelah menerima reaksi tak biasa setelah mengonsumsi obat methylprednisolone.
  • Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan menggunakan methylprednisolone.
  • Selalu simpan tablet methylprednisolone di ruangan bersuhu rendah dan hindari untuk menyimpannya di tempat yang lembap.
  • (mdk/mta)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP