Sutradara film dokumenter 'No Other Land' yang menceritakan kisah perjuangan rakyat Palestina, Hamdan Ballal, dibebaskan setelah sempat ditangkap oleh militer Israel pada Senin, 24 Maret 2025 lalu.
Sosoknya mendapat perhatian internasional usai film garapannya itu berhasil meraih Piala Oscar untuk kategori Film Dokumenter Terbaik 2025. Ketenarannya itulah yang disebut menjadi salah satu alasan Ballal ditangkap.
Menurut laporan Al Jazeera, Hamdan Ballal dikepung dan diserang oleh sekitar 15 pemukim Israel bersenjata di Susya, wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron. Dalam wawancaranya, Ballal pun menceritakan kekerasan yang ia alami selama disandera.
"Setelah saya memenangkan Oscar, saya tidak menyangka akan mendapat serangan. Tentu saja dia memukuliku di seluruh badan dan di sana ada juga tentara memukuliku," kata Ballal dikutip dari Tiktok @aljazeeraenglish (28/3).
"Saya tidak tahu Hebrew tapi saya mendengar namaku (disebut) 'Hamdan' dan "Oscar' lalu saya langsung menyadari bahwa mereka berbicara tentang filmnya. Para tentara mulai mengancam saya menggunakan senjata dan berbicara kotor," tambahnya.
Seorang Co-Director yang bekerja bersama Ballal, yakni Basel Adra, menyebut jika serangan terhadap rekannya itu ialah salah satu bentuk balas dendam. Pihak Israel disebut tidak menyukai kepopuleran film No Other Land.
"Itu adalah balas dendam, Mereka ingin menghukum kita atau berusaha menakuti kami agar tidak bersuara. (Penghargaan) Oscar membawa banyak perhatian, dan hampir semua orang di dunia," kata Adra.
"Jutaan orang mulai mengetahui kisah tentang Masafer Yatta. Saya yakin Israel dan militernya tidak ingin kita membagikan gambar dan fakta tentang apa yang terjadi," ungkapnya.
Advertisement
Film Dokumenter No Other Land
Film No Other Land dirilis pada tahun 2024 lalu dan mendokumentasikan kekerasan pemukim Israel dan kampanye pengusiran terhadap komunitas Palestina di Masafer Yatta, Tepi Barat, antara tahun 2019 hingga 2023.
Tidak hanya menjadi saksi bisu terhadap kekerasan dan penghancuran desa-desa, film ini juga memperlihatkan upaya seorang pegiat muda Palestina bernama Basel Adra dalam mendokumentasikan penghancuran tanah kelahirannya.
Disutradarai oleh Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor, film ini berhasil meraih penghargaan Film Dokumenter Terbaik di Oscar 2025. Keberhasilan film ini menunjukkan kekuatan dokumenter sebagai medium untuk menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap ketidakadilan
Selain Oscar, film ini juga mendapat pengakuan internasional dengan memenangkan kategori Best Documentary Feature di Academy Awards ke-97 pada tahun 2025, serta penghargaan Panorama Audience Award dan Berlinale Documentary Award di Berlin International Film Festival ke-74.
@aljazeeraenglish The Palestinian co-director of Oscar-winning film No Other Land who was attacked by Israeli settlers then arrested by Israeli forces has been speaking out after he was released from custody. #news ♬ News - Dila Barone