Donald Trump Blak-blakan Tak Suka Olahraga, Terungkap Sering Minum Aspirin Hingga Dosis 325 Miligram

Trump menyatakan ketidaksukaannya terhadap olahraga dan lebih memilih bermain golf, walaupun dokter merekomendasikan aktivitas fisik demi kesehatan jantungnya.

Aditya Eka Prawira
Oleh Aditya Eka Prawira - Reporter
Donald Trump Blak-blakan Tak Suka Olahraga, Terungkap Sering Minum Aspirin Hingga Dosis 325 Miligram
Presiden Donald Trump saat berbicara kepada para wartawan di Ruang James Brady Press Briefing di Gedung Putih, Washington, DC pada Senin (11/8/2025). (Dok. AP/Alex Brandon) (© 2026 Liputan6.com)

Donald Trump, yang lahir pada 14 Juni 1946 dan menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, memiliki hobi bermain golf. Dia sering menghabiskan waktu di lapangan golf miliknya yang terletak di Florida, New Jersey, dan Virginia, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Namun, Trump memiliki pandangan yang cukup berbeda mengenai olahraga secara umum. Dia pernah menyatakan bahwa olahraga adalah kegiatan yang tidak tepat dilakukan. Menurutnya, manusia memiliki energi yang terbatas, sehingga berolahraga secara berlebihan hanya akan menguras energi tubuh, seperti yang dilaporkan oleh The New Yorker pada tahun 2017.

"Olahraga saya adalah golf. Hampir tidak pernah di hari kerja, biasanya hanya satu putaran singkat," kata Trump seperti dilansir New York Post pada 5 Januari 2026.

Dalam wawancara terbarunya, dia kembali menegaskan ketidaksukaannya terhadap olahraga.

"Saya tidak menyukainya. Itu membosankan. Berjalan atau berlari di atas treadmill selama berjam-jam bukan untuk saya," ungkapnya kepada The Wall Street Journal.

Trump juga mengklaim memiliki faktor genetik yang baik, yang diyakininya dapat melindunginya dari berbagai penyakit yang sering muncul seiring bertambahnya usia. Dia bahkan pernah menolak berbagai rekomendasi pengobatan medis dari dokter.

Salah satu rekomendasi yang ditolak Trump adalah pengurangan dosis aspirin dari 325 miligram menjadi 81 miligram. Rekomendasi tersebut sebenarnya bertujuan untuk mencegah masalah jantung dan mengurangi memar yang terlihat di tangannya.

"Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah. Saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung. Saya ingin darah yang encer mengalir ke jantung saya. Apakah itu masuk akal?," ujar Trump.

Donald Trump Menolak Rekomendasi Dokter

Selain itu, Trump juga menghentikan penggunaan kaus kaki kompresi yang sebelumnya direkomendasikan untuk mengatasi insufisiensi vena kronis, kondisi yang sempat menyebabkan pembengkakan pada pergelangan kakinya tahun lalu.

Tim dokter yang merawat Trump merekomendasikan agar dia lebih sering berjalan kaki dan mengurangi waktu duduk yang terlalu lama di belakang Meja Resolute di Gedung Putih. Aktivitas ini dianggap penting untuk membantu otot-otot kaki memompa darah kembali ke jantung.

Dokter kepresidenan, Sean Barbabella, mengungkapkan bahwa Trump juga telah menjalani pemeriksaan CT scan pada bulan Oktober lalu. Pemeriksaan ini merupakan prosedur pencitraan medis berbasis sinar-X yang dilakukan untuk menganalisis kondisi kesehatan kardiovaskular Trump secara lebih mendalam.

Rrekomendasi Aktivitas Fisik dari WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik, meskipun sedikit, jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, baik melalui latihan penguatan otot maupun latihan aerobik.

Contoh latihan penguatan otot antara lain push-up, pull-up, bench press, dan dumbbell shoulder press. Di sisi lain, aktivitas aerobik dapat mencakup skipping, jogging, dan jumping jacks.

Anak dan remaja usia 5--17 tahun

  1. Melaksanakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi selama minimal 60 menit setiap hari.
  2. Melakukan latihan penguatan otot setidaknya tiga kali dalam seminggu.


Orang dewasa usia 18--64 tahun

  1. Melakukan minimal 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggu atau 75 menit dengan intensitas tinggi.
  2. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan tambahan, disarankan untuk melakukan hingga 300 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggu.
  3. Melakukan latihan penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.


Orang dewasa usia 65 tahun ke atas

  1. Melaksanakan 150 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang setiap minggu atau kombinasi yang setara dengan intensitas tinggi.
  2. Melakukan latihan penguatan otot minimal dua hari dalam seminggu.
  3. Untuk mendapatkan manfaat kesehatan tambahan, aktivitas fisik dengan intensitas sedang dapat ditingkatkan hingga 300 menit per minggu.
Rekomendasi