Pasangan sejoli ditangkap petugas Polsek Denpasar Timur, karena mengaku sebagai anggota kepolisian Polda Bali, untuk melalukan pemerasan serta menganiaya korban seorang pria berinisial AI (28) asal Bayuwangi, Jawa Timur. Kedua sejoli ini berinisial IPM (26) dan seorang perempuan berinisial NIP (24).
Keduanya ditangkap pada Kamis (10/7) lalu di Jalan Tukad Yeh Aya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
"Modus operandinya, pelaku menuduh korban sebagai pengguna narkoba. Selanjutnya mengambil uang korban dengan kekerasan dan mengaku sebagai anggota Polda Bali," kata Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Selasa (5/8).
Kronologisnya, pada Sabtu (28/7) sekitar pukul 02.30 WITA, saat korban sedang melintas di Jalan Kapten Japa, Kecamatan Denpasar Timur, korban tiba-tiba diberhentikan oleh dua orang yang tidak dikenal atau pelaku.
Pelaku NIP saat itu mengendarai sepeda motor merk Honda dan tiba-tiba kedua pelaku langsung memukul korban secara bergantian yang mengenai bagian pipi dan perut korban. Selanjutnya kedua pelaku meminta uang pada korban dan juga sempat mengaku sebagai anggota narkoba Polda Bali.
Namun, pada saat itu korban tidak membawa uang dan meminta bantuan ke saksi Budiono untuk dikirim uang dan oleh kedua pelaku korban diajak ke sebuah ATM di Renon, Kota Denpasar.
"Karena merasa takut korban tarik uang dan menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta. Dengan kejadian itu korban melapor ke Polsek Denpasar Timur," imbuhnya.
Pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan kedua pelaku di Jalan Tukad Yeh Aya. Petugas kemudian berhasil menangkap kedua pelaku.
Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatannya mengambil uang tunai sebesar Rp2 juta milik korban. Untuk peran pelaku IPM memukul korban yang mengenai pipi kiri dan bagian perut. Untuk peran pelaku NIP membantu pelaku IPM dan memaksa meminta uang yang dibawa oleh korban.
"Setelah kedua pelaku mendapatkan uang, selanjutnya pergi meninggalkan korban. Uang yang diambil oleh kedua pelaku dari korban digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Advertisement