Bagi sebagian orang mungkin masih asing ketika mendengar nama Aldrich Ames. Padahal, dia merupakan warga negara Amerika Serikat (AS) yang tercatat sebagai pengkhianat negara.
Sebagai salah satu agen Central Intelligence Agency (CIA), Ames mengkhianati AS dengan menjual informasi kepada Uni Soviet kemudian Rusia (setelah Uni Soviet bubar). Selama bertahun-tahun, dia bekerja sebagai agen ganda untuk Rusia.
Diketahui, Amerika pernah terlibat perang dingin dengan Rusia yang dulu masih bernama Uni Soviet. Saat itu, Soviet memiliki Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) yang merupakan salah satu badan intelijen paling disegani di dunia.
Sekitar tahun 1985, Aldrich Ames sebagai seorang agen CIA mendatangi Kedutaan Besar Uni Soviet di Washington dan menawarkan rahasia agensi tersebut kepada KGB untuk dijual.
Melansir dari Rusia Beyond, disebutkan jika pada awalnya Ames mengajukan beberapa informasi yang dia yakini tidak memiliki nilai. Maka dengan demikian, menurutnya hal itu tidak dapat merugikan kepentingan AS. Namun, karena garis telah dilintasi, tidak ada jalan untuk kembali.
KGB yang cukup dermawan kepada Ames membuatnya mau membocorkan informasi penting CIA dan membahayakan lebih dari 100 operasi militer AS. Akibat dari perbuatannya itu, sekitar 10 orang agen Amerika tewas karena ketahuan dan dieksekusi oleh pihak Uni Soviet.
CIA kemudian mulai curiga dengan keberadaan mata-mata setelah jaringan agen Soviet mereka mulai menghilang satu per satu. Dari situlah kemudian mulai dibentuk tim untuk menyeldiki hal tersebut.
Advertisement
Dapat Bayaran Fantastis
Selama kurang lebih sembilan tahun jadi mata-mata, Ames menerima bayaran dari Rusia sekitar $2,5 juta dalam bentuk tunai di Amerika Serikat dan $2,1 juta lagi dialokasikan untuknya di Moskow.
Total penghasilannya sebagai agen ganda mencapai sekitar $4,6 juta atau sekitar lebih dari Rp77 miliar pada saat itu, menjadikannya mata-mata dengan bayaran tertinggi dalam sejarah Amerika.
Uang tersebut dibelanjakan Ames dan keluarganya dengan cuma-cuma. Dia disebut membayar USD 540.000 untuk sebuah rumah baru secara tunai, membeli mobil Jaguar mewah, membayar sejumlah pembantu, dan menghabiskan tagihan telepon hingga USD 6000 per bulan.
Gaya hidup Ames itupun lalu menimbulkan kecurigaan. Sebab, dia menghabiskan lebih banyak uang daripada gajinya sebagai agen CIA.
"Rekan kerja mulai curiga ketika pakaian kantornya yang biasanya murah diganti dengan setelan jas mahal," seperti dikutip dari 9news (21/4).
Pada 21 Februari 1994, Ames ditangkap oleh FBI. Setelah penangkapannya, Ames mengakui telah membocorkan informasi hampir semua agen CIA dan badan intelijen Amerika dan asing lainnya yang diketahuinya. Ames lalu menjalani hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.