Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya, Sang Perawat Predator Buas

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya, Sang Perawat Predator Buas Pekerjaan Ekstrim Pawang Buaya ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Buaya menjadi satu dari deretan hewan buas di dunia penyebab kematian terbanyak bagi manusia. Meskipun mematikan, predator ini punya peran penting sebagai puncak rantai makanan. Keberadannya jadi sumber pengetahuan bagi manusia itu sendiri, yang ditempatkan pada kebun binatang. Salah satunya Kebun Binatang Satwa Taru Jurug, Solo. Reptil ini dirawat dengan penuh kasih sayang oleh para pawang buaya.

Kebersihan kandang menjadi faktor utama kesehatan buaya. Pawang buaya harus terjun langsung ke kolam tempat buaya bersarang. Berhadapan dengan reptil agresif ini butuh keberanian tersendiri. Mengingat kematian yang tinggi akibat terkaman buaya. Pawang buaya menjadi pekerjaan ekstrem, mengharuskan hati-hati dalam memberikan perawatan terbaik bagi buaya.

Lumut yang tumbuh di kolam dibersihkan dengan sikap waspada. Buaya senyulong dengan moncong lancipnya tak segan menerkam jika merasa terancam. Sesekali tubuh buaya juga dibersihkan, dimandikan dari kotoran yang menempel.

005 ibrahim hasan

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Gigi runcing buaya siap menerkam secara tiba-tiba. Jika tak waspada nyawa jadi taruhannya. Tak mungkin untuk memindahkan buaya saat waktunya kolam dibersihkan. Solusinya adalah menggunakan tongkat panjang dengan sikat pembersih di ujungnya.

Perlahan dasar kolam dibersihkan dengan air mengalir. Selain melihat dasar kolam yang kotor, mata sang pawang harus jeli melihat gerak-gerik buaya. Tongkat yang panjang sangat membantu membersihkan kolam tempat buaya berada.

Bagi buaya, keberadaan pawang bisa jadi sebuah ancaman. Percikan air pada sikat membuat buaya terganggu. Tak jarang, buaya jadi agresif dan menyerang tongkat sikat sang pawang.

005 ibrahim hasan

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Selain membersihkan kolam, sang pawang juga harus membersihkan tubuh buaya. Kotoran dan lumut yang menempel bisa jadi sumber penyakit buaya. Namun tak se intens seperti membersihkan dasar kolam. Sang pawang harus mencari momen yang pas untuk menyentuh tubuh buaya.

Bermain feeling dengan perasaan buaya, kapan dan saat posisi apa buaya dalam keadaan aman. Bagi sang pawang, buaya buas ini mampu merasakan perlakuan manusia.

Namun, jika buaya marah sang pawang harus menerapkan jarak aman. Tetap membersihkan dengan berpegang erat dengan sisi lain di ujung tongkat. Tongkat pembersih ini bahkan mencapai 4 meter panjangnya. Demi jarak aman agar tak diterkam predator buas penguasa air tawar.

005 ibrahim hasan

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Berkali-kali pawang buaya harus lari menghindari terkaman buaya. Mulutnya yang lebar selalu terbuka tanda merasa sedang diancam. Namun pawang memanfaatkan air yang kosong dengan naik ke atas kolam. Kaki buaya begitu pendek menjadikannya bukan pelari yang cepat, di air kekuatan utamanya berada pada kibasan ekor.

Buaya terkenal menjadi pemangsa air yang kuat. Namun di darat, buaya tak bisa berlari mengejar manusia. Buaya mengandalkan trik serangannya yang secara tiba-tiba. Mengagetkan hingga membuat mangsanya tak berkutik.

005 ibrahim hasan

Pekerjaan Ekstrem Pawang Buaya ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Kebun Binatang Jurug punya buaya muara, jenis buaya terbesar di Dunia. Sedangkan buaya senyulong menjadi buaya khas Indonesia. Persebarannya di Pulau Jawa Sumatera, Kalimantan. Tiap hari para buaya ini diberi makan daging ayam segar. Daging ayam utuh mampu dilahap dengan satu kali gigitan.

Pawang buaya harus sedekat mungkin dengan para predator ini. Kebiasaan dan perlakuan baik mereka menentukan kenyamanan para buaya di Kebun Binatang Satwa Taru Jurug Solo ini. (mdk/Ibr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP