Akuarium Ban Bekas dari Klaten, Dipesan Artis hingga Istana Merdeka
Merdeka.com - Barang bekas pakai memang menjengkelkan. Keberadaannya jadi perusak pemandangan. Banyak orang tak suka dengan barang bekas yang dianggap sebagai sampah. Lain halnya dengan pria asal Klaten, ia memanfaatkan ban bekas untuk dijadikan akuarium hias yang begitu fenomenal. Ia bernama Dwi Hartono asal Dukuh Cabakan, Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten.
Berawal dari kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Kini akuariumnya berhasil dilirik banyak orang. Bahkan akuarium ban bekas buatannya menjadi dekorasi penghias di Istana Merdeka Jakarta. Tepatnya berada di pintu masuk menuju ruang kerja Presiden Jokowi. Tak hanya itu, artis ternama Ibu Kota juga kedapatan membeli aquarium ban bekas buatan Dwi.
Dwi bukanlah seorang seniman atau pengrajin. Namun keadaan tanpa pekerjaan memaksanya untuk tidak diam. Bereksperimen membuat karya yang unik dan diidamkan banyak orang.

Akuarium Ban Bekas ©2021 Merdeka.com/Luthfi Farieza
Aquarium ban bekas ini jadi penghias Istana Merdeka, bermula saat Presiden Jokowi dinas ke Kota Klaten. Salah satu Paspampres mengunjungi rumah Dwi dan akhirnya ia diundang ke Istana Merdeka. Selain itu artis ternama Raffi Ahmad juga tertarik dengan produk unik buatannya ini.
Kemudian ia berkunjung ke Ibu Kota untuk mengantarkan aquarium buatannya. Akuarium dihantarkannya langsung ke Istana Merdeka. Dwi memberikan akuarium sebagai hadiah untuk hiasan di Istana Merdeka. Yang menurutnya spesial karena akuarium tersebut ialah akuarium ban bekas buatan pertamanya.
Sedangkan Akuarium pesanan Raffi Ahmad ia hantarkan kepada managemen artis tersebut. Empat akuarium ban bekas menjadi dekorasi milik Raffi Ahmad.

Akuarium Ban Bekas ©2021 Merdeka.com/Luthfi Farieza
Beda dari akuarium lain, bentuknya melingkar mengikuti wujud asli ban. Motif alur pada ban mobil ini juga dipertahankan. Membayangkan akuarium ban ini dipasangkan pada mobil asli. Jangan berlebihan, cukup diisi air dan ikan warna-warni sudah bisa mempercantik ruangan.
Desain simpel nan unik, itulah kata yang dapat menggambarkan aquarium ban bekas. Hanya ada dua bagian utama yakni aquarium dan rangka penyangga. Dihias lampu led berwarna-warni memberikan kesan yang menawan. Cocok jadi penghias ruangan.

Akuarium Ban Bekas ©2021 Merdeka.com/Luthfi Farieza
Tumpukan ban mobil habis pakai ia kumpulkan sebagai stok produk akuarium ban bekasnya. Karet ban mobil ini musti ia bersihkan hingga tiada kotoran yang menempel. Tak banyak perlakuan khusus pada karet ban. Salah satu sisi ban kemudian dilubangi berbentuk kotak sebagai pintu memasukkan air, dekorasi, dan ikan. Tahap selanjutnya ialah menyiapkan kaca.
Ia memilih kaca tebal minimal 5 mm, agar mampu menahan beban air. Ia membuat bentuk potongan bulat melingkar sesuai dengan ukuran ban. Hanya ban berukuran ring 14 hingga 20 atau diameter 35 cm hingga 57 cm yang ia gunakan. Kaca kemudian dilem pada kedua sisi ban tanpa meninggalkan kebocoran dalam dan luar Akuarium.
Tahap terakhir ialah membuat rak tumpuan akuarium. Setelah kuarium berhasil berdiri, waktunya ia menghias isi akuarium. Tampilannya ala-ala aquascape dengan tumbuhan, bebatuan dan ikan.

Akuarium Ban Bekas ©2021 Merdeka.com/Luthfi Farieza
Ratusan aquarium ban bekas telah ia produksi. Para pehobi ikan mendominasi pemesannya. Pemesannya berasal dari kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Ciamis, hingga Cilacap.Satu akuarium ban bekas mampu ia kerjakan selama dua hari. Harganya bervariasi antara Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta.
Sebelum pengiriman ia selalu memastikan kerapatan lem pengerjaan. Akuarium ia diamkan selama beberapa hari dengan dibersihkan dan diisi air. Varian pesanannya dapat disesuaikan, apakah dengan hiasan atau tanpa hiasan di dalam akuarium. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya