Yakinkan Lembaga Internet Dunia, PANDI Bikin Lomba Web Berkonten Aksara Lontara

Setelah aksara Jawa, Sunda, dan Bali, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah Lontara (Sulawesi Selatan). Bekerja sama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara (YALN), lomba ini juga untuk membuktikan pada lembaga internet dunia.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman- Reporter
Yakinkan Lembaga Internet Dunia, PANDI Bikin Lomba Web Berkonten Aksara Lontara
Lomba website berkonten aksara daerah Lontara. ©2020 Merdeka.com

Setelah aksara Jawa, Sunda, dan Bali, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) kembali menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah Lontara, bahasa suku Bugis (Sulawesi Selatan).

Bekerja sama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara (YALN), lomba ini menjadi bukti pada lembaga internet dunia (ICANN) bahwa aksara Lontara masih ada penggunanya dan eksis hingga kini.

Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo menjelaskan, saat ini adalah kesempatan bagi masyarakat Sulawesi pada umumnya untuk bisa ikut melestarikan aksara daerahnya.

“Rangkaian program Merajut Indonesia melalui digitalisasi aksara nusantara telah bergeser ke Sulawesi. Saatnya masyarakat Bugis dan sekitarnya ikut andil dalam pelestarian aksara daerahnya melalui internet,” ujar Yudho dalam keterangan resminya, Senin (7/12).

Yudho berharap lomba ini bisa mendapatkan antusias tinggi dari masyarakat agar bisa menjadi pembuktian kepada ICANN bahwa aksara Lontara masih banyak dipergunakan hingga saat ini.

“Semoga banyak peserta ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut, sehingga dari konten website yang masuk bisa menjadi bukti bahwa aksara Lontaraq masih banyak penuturnya, dan ini menjadi hal penting agar bisa memudahkan proses pendaftaran ke ICANN untuk bisa didigitalisasikan ke internet,” ucapnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara Nurhayati Rahman menambahkan, lomba pembuatan website berkonten aksara Lontara menjadi momentum penting dalam menyelamatkan warisan bangsa dari kepunahan.

"Mari ikut dan berpartisipasi dalam lomba website ini, berarti ikut menyelamatkan warisan literasi kita," kata Nurhayati.

Lomba ini berhadiah uang tunai, smartphone, dan trofi.

Bukti Eksistensi Aksara Daerah Nusantara

Nirwan Ahmad Arsuka, Dewan Pembina YALN, menambahkan omba ini merupakan momen penting untuk membuka portal yang menghubungkan masa kini dengan masa silam nusantara. Khususnya masyarakat pemakai aksara Lontara yang terbukti mampu menghasilkan kekayaan khazanah, antara lain mengandung epik 'La Galigo' yang merupakan wiracarita terpanjang di dunia.

"Kegiatan ini juga menghubungkan masa silam dan masa kini dengan masa depan yang penuh kemungkinan kreatif, yang mana masyarakat yang punya akar sejarah, budaya, dan literasi yang kuat punya peluang lebih besar untuk aktif membentuk kenyataan masa depan tersebut," ujar Nirwan Ahmad.

Hal serupa juga diutarakan oleh Wakil Dewan Pembina Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara Andi Alifian Mallarangeng.

Kata dia, program 'Merajut Indonesia' yang diusung PANDI bisa menggairahkan kembali dan membuktikan kepada dunia bahwa aksara nusantara dan budaya pendukungnya tetap hidup hingga saat ini. Pihaknya saat ini membutuhkan website yang berbasis aksara nusantara untuk eksistensi bahwa huruf dan aksara Lontara masih digunakan sehari-hari di dalam dunia digital.

“Dengan ada website berbasis aksara Lontaraq, ini merupakan kesempatan, mari kita ikuti lomba membuat website berbasis aksara Lontaraq. Kita tunjukkan bahwa di dunia digital, Lontara tetap eksis,” pungkas dia.

Informasi mengenai lomba bisa akses di tautan s.id/lombawebsitelontaraq atau kunjungi laman pandi.id.

Rekomendasi