Anggota TNI berinisial Serma MS menangis tersedu-sedu hingga bersujud di hadapan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Meluntur, Munir Thowil, saat meminta maaf atas dugaan penganiayaan dilakukannya di Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Aksi tersebut berlangsung dalam forum mediasi digelar di Balai Desa Meluntur. Rekaman video memperlihatkan Serma MS bersimpuh di hadapan Munir kemudian beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, Serma MS terlihat tak kuasa menahan tangis. Dia menundukkan tubuhnya hingga bersujud di hadapan Munir sembari berulang kali memohon agar kesalahannya dimaafkan.
Munir yang menjadi korban dugaan pemukulan justru menunjukkan sikap tenang. Dia menerima permintaan maaf tersebut, bahkan beberapa kali mengusap punggung Serma MS yang menangis di pangkuannya.
Kepala Desa Meluntur, Soleh mengatakan, upaya mendamaikan kedua pihak sebenarnya telah dilakukan sejak Sabtu (17/10), tidak lama setelah peristiwa dugaan penganiayaan terjadi.
Menurut Soleh, persoalan yang melibatkan anggota TNI dan kepala madrasah tersebut bermula dari kesalahpahaman. Dalam pertemuan itu, keduanya telah sepakat saling memaafkan. Bahkan, Serma MS dan Munir sempat berpelukan sebagai tanda bahwa persoalan di antara mereka telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, Soleh mengaku terkejut ketika kasus tersebut justru menjadi perbincangan luas di media sosial pada Senin. Padahal, dirinya menganggap permasalahan itu sudah berakhir melalui mediasi.
"Saya kira sudah selesai. Saya kaget kok hari Senin viral di medsos, banyak berita, dan belum selesai," kata Soleh.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380247/original/043492300_1792662320-Screenshot_2026-10-22_163658.jpg)
Sementara itu, dalam rekaman mediasi yang beredar, Munir secara terbuka menyampaikan telah memaafkan tindakan Serma MS.
Meski demikian, dia memberikan pesan tegas agar perbuatan serupa tidak kembali terjadi. Terlebih, Serma MS merupakan seorang Babinsa yang seharusnya memberikan pembinaan dan menjadi teladan bagi masyarakat di wilayah tugasnya.
"Wes, uwes, wes tak sepuro, pokok ojok baleni maneh. Sampean iki gak pantes, wong dadi Babinsa pengawas desa kok ngono. Aku gak niat bales," ujar Munir dalam video tersebut.
Melalui pernyataan itu, Munir menegaskan tidak menyimpan keinginan untuk membalas tindakan yang dialaminya. Namun, ia tetap menyayangkan perilaku anggota TNI tersebut.
Kendati kedua pihak telah berdamai secara kekeluargaan, persoalan dugaan penganiayaan itu belum sepenuhnya berakhir.
Pasalnya, Munir diketahui telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Subdenpom V/2-3 Lamongan untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur hukum militer.
Dengan demikian, permintaan maaf Serma MS dan sikap Munir yang telah memaafkan secara pribadi tidak otomatis menggugurkan proses penanganan laporan tersebut.
Kasus dugaan pemukulan ini sebelumnya mencuat setelah tindakan Serma MS terhadap kepala madrasah menjadi viral di media sosial.
Kini, meskipun kedua pihak telah menunjukkan sikap saling memaafkan, tindak lanjut laporan dugaan penganiayaan tersebut masih berada dalam kewenangan Polisi Militer.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380246/original/031487200_1792662320-Screenshot_2026-10-22_163756.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380157/original/008131000_1792659682-503965.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380260/original/028830500_1792663230-IMG_20261021_160905.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380254/original/090339900_1792662919-Screenshot_20261022-042725_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380192/original/055453300_1792661020-Screenshot_2026-10-22_162244.jpg)