Seorang guru bahasa Inggris, Ria Elviana (34), menjadi korban pembegalan bersenjata api di depan gerbang SMP DMC, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Rabu (21/10). Pelaku yang berjumlah empat orang berhasil membawa kabur sepeda motor milik korban.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, Ria baru pulang dari kunjungan ke rumah siswa (home visit). Namun, setibanya di sekolah, ia mendapati gerbang masih tertutup karena para siswa sedang melaksanakan salat zuhur.
Ria kemudian memarkirkan sepeda motor Honda Beat Street bernomor polisi F 4818 WBM di depan gerbang sekolah.
Tak lama berselang, komplotan pelaku yang mengendarai sepeda motor tiba di lokasi. Salah satu pelaku langsung mendekati kendaraan Ria dan berusaha merusak kunci kontak untuk membawa kabur motor tersebut.
Menyadari kendaraannya hendak dicuri, Ria spontan berlari menghampiri sepeda motornya. Namun, pelaku justru menodongkan senjata api hingga membuatnya ketakutan.
"Saya sempat berteriak, 'Motor! Motor!' Namun, ketika dia menodongkan pistol, saya langsung takut dan tidak bisa berteriak lagi," ujar Ria, Kamis (22/10).
Demi keselamatan dirinya, Ria akhirnya memilih mundur dan tidak melanjutkan upaya mempertahankan kendaraannya. Rekan korban yang juga berprofesi sebagai guru membenarkan bahwa ancaman senjata api membuat korban tak berdaya.
"Korban sempat mempertahankan sepeda motor namun ditodong senjata, sehingga korban memilih mundur karena takut," ungkap rekan korban.
Setelah korban menjauh, para pelaku leluasa membawa kabur sepeda motor tersebut ke arah Maleber atau Jalan Raya Bandung.
Sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi turut membenarkan bahwa mereka sempat melihat pelaku mengeluarkan senjata api saat beraksi.
Menindaklanjuti laporan kejadian itu, jajaran Polsek Karangtengah bersama Polres Cianjur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) guna mengidentifikasi para pelaku.
Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi mengatakan, pihaknya tengah memburu komplotan begal tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV, terdapat empat pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian itu.
"Sejumlah CCTV sempat merekam aksi empat pelaku, di mana salah satunya menodongkan senjata pada pemilik yang memergoki aksi mereka," jelas AKP Yudi.
Polisi kini mengerahkan personel ke lapangan dan menganalisis rekaman CCTV dari sejumlah titik untuk melacak rute pelarian para pelaku.
"Kami berupaya secepatnya menangkap para pelaku setelah berhasil melakukan identifikasi dari rekaman sejumlah CCTV di lokasi kejadian," tegasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380157/original/008131000_1792659682-503965.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380281/original/001142100_1792664895-1001389515.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380260/original/028830500_1792663230-IMG_20261021_160905.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380254/original/090339900_1792662919-Screenshot_20261022-042725_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380246/original/031487200_1792662320-Screenshot_2026-10-22_163756.jpg)