Banyak yang mengira, singkatan yang digunakan manusia, terjadi saat era smartphone mulai booming.
Penulisan cepat atau singkat telah mengalami evolusi yang signifikan selama berabad-abad, mengubah cara manusia menyampaikan pesan dengan efisien.
Awalnya sistem penulisan singkat terdiri dari berbagai metode, termasuk sistem berbasis ortografi, fonetik, dan penggunaan simbol arbitrasi.
Sejarah kemudian mencatat bahwa penulisan cepat pertama kali terdokumentasi dalam catatan Xenofon. Seorang sejarawan Yunani Kuno yang menggunakan sistem tulisan Yunani Kuno dalam memoarnya tentang Socrates.
Advertisement
Mengutip Britannica.com & Science Museum, Kamis (25/4), indikasi awal tentang sistem singkatan dapat ditemukan dalam artefak seperti lempengan marmer dari Parthenon di Yunani Kuno yang berasal dari abad ke-4 SM.
Artefak tersebut menunjukkan adanya sistem penulisan berbasis huruf vokal dengan modifikasi tertentu untuk menandai konsonan.
Kemajuan lebih lanjut dalam penulisan cepat terjadi di Kekaisaran Romawi, terutama dengan penemuan "Characteres Tironianae" oleh Marcus Tullius Tiro di 63 SM. Sistem steno latin ini juga dikenal sebagai Catatan Tironian, digunakan untuk tulisan pendek dan singkat.
Tokoh-tokoh terkenal seperti Kaisar Titus, Julius Caesar, dan beberapa uskup pada masa itu menggunakan sistem ini. Namun, dengan masuknya Abad Pertengahan di Eropa, penulisan cepat atau singkat menjadi dikaitkan dengan praktik-praktik magis dan akhirnya menghilang dari penggunaan sehari-hari.
Advertisement
Perkembangan muncul dan berlanjut pada abad-abad berikutnya dengan adanya sistem-sistem baru.
Salah satu sistem yang mencolok adalah sistem Franz Xaver Gabelsberger dari Jerman di abad ke-19.
Sistem ini didasarkan pada huruf-huruf latin dan dikenal dengan keindahan garisnya. Kemunculan teknologi baru, termasuk mesin cetak dan telegraf, semakin mendorong penggunaan sistem-sistem penulisan singkat ini dalam berbagai konteks komunikasi.
Semakin berkembangnya sistem-sistem dan teknologi, muncul juga sebuah teknologi seperti ponsel.
Para remaja pada saat itu menjadi pelopor dalam budaya, mengembangkan keterampilan dan bahasa baru yang melibatkan singkatan, inisial, dan emoticon.
Pesan teks menjadi bagian penting dari interaksi sosial mereka, sehingga singkatan-singkatan menjadi semakin berkembang dan populer sejak munculnya ponsel.
Advertisement