Tentara AS lakukan pengembangan kecerdasan buatan bisa rekam wajah
Merdeka.com - Teknologi machine learning ternyata semakin digunakan di beberapa keperluan, termasuk juga untuk militer. Dilaporkan TheNextWeb, Rabu (18/4), Angkatan Darat AS dikabarkan tengah mengembangkan metode machine learning untuk mengidentifikasi wajah berdasarkan suhu tubuh.
Teknologi tersebut nantinya dapat digunakan dalam kegelapan. Tak hanya itu saja, tersemat juga kecerdasan buatan yang mampu mengenali wajah orang-orang yang dituju.
Terobosan teknologi itu dikembangkan oleh beberapa ilmuwan Army Research Laboratory (ARL) antara lain Benjamin S. Riggan, Nathaniel J. Short, dan Shuowen Hu.
Ketiga ilmuwan itu merilis laporan resminya yang merinci upaya militer untuk mengembangkan metode pengenalan wajah yang digunakan berdasarkan perangkat yang bisa mendeteksi panas tubuh.
Perangkat semacam ini sebetulnya umum dilakukan dalam dunia militer. Misalnya saja seperti pesawat helikopter Apache dan kendaraan tempur lainnya yang dilengkapi dengan kamera pencitraan untuk mendeteksi orang dalam jarak pandang yang dekat. Namun, project ini terbilang baru karena mampu merekam wajah dan menembus dinding.
Dengan pengembangan lebih lanjut, sistem dapat diperluas untuk melakukan pengenalan wajah secara real-time, di lapangan meskipun terhalang dinding tebal sekaligus. Angkatan darat AS mengungkapkan bahwa teknologi dapat membantu dalam tugas di medan perang serta mengidentifikasikan musuh yang menjadi target. (mdk/ara)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya