Menjemur pakaian di dalam rumah seringkali menjadi solusi praktis, terutama saat musim hujan atau kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, metode ini rentan menimbulkan masalah bau apek yang tidak sedap pada pakaian, bahkan setelah dicuci bersih.
Aroma tak diinginkan ini muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang ideal untuk proses pengeringan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor penyebabnya serta penerapan teknik penjemuran yang tepat.
Artikel Merdeka.com ini akan memberikan beberapa cara menjemur baju di dalam rumah agar tidak bau. Dengan beberapa penyesuaian, pakaian dapat tetap kering sempurna, segar, dan bebas bau apek meskipun dijemur di dalam ruangan, Selasa (11/8/2026).
Advertisement
1. Peras Pakaian Semaksimal Mungkin Sebelum Dijemur
Sebelum menggantung pakaian, pastikan sisa air sudah berkurang sebanyak mungkin. Gunakan putaran spin maksimal pada mesin cuci atau peras kuat jika mencuci dengan tangan. Semakin sedikit air yang tertinggal di serat kain, semakin cepat pakaian kering.
Cara ini juga membantu mencegah kelembapan berlebih yang menjadi penyebab utama munculnya bau apek pada jemuran dalam ruangan.
Advertisement
2. Tambahkan Cuka Putih atau Pewangi pada Bilasan Terakhir
Cuka putih dapat membantu membunuh bakteri penyebab bau sekaligus mengurangi aroma tidak sedap pada pakaian. Tambahkan sedikit cuka pada bilasan terakhir atau gunakan pewangi pakaian sesuai kebutuhan.
Selain membuat pakaian terasa lebih segar, cuka juga membantu melembutkan serat kain. Pastikan penggunaannya tidak berlebihan agar aroma pakaian tetap nyaman saat dipakai.
Advertisement
3. Pastikan Mesin Cuci Selalu Bersih
Mesin cuci yang jarang dibersihkan dapat menumpuk sisa detergen, kotoran, dan lumut. Kotoran tersebut bisa menempel kembali pada pakaian selama proses pencucian dan menimbulkan bau apek meski pakaian sudah dijemur.
Bersihkan tabung mesin cuci secara rutin, terutama bagian karet dan saluran pembuangan. Mesin cuci yang bersih membantu menjaga pakaian tetap higienis dan segar setelah dicuci.
Advertisement
4. Pilih Ruangan dengan Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik
Menjemur pakaian di ruangan yang memiliki ventilasi baik akan mempercepat penguapan air dari serat kain. Buka jendela atau pintu agar udara segar dapat masuk dan udara lembap keluar. Sirkulasi udara yang lancar membantu pakaian kering lebih merata dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur serta bakteri penyebab bau apek pada jemuran di dalam rumah.
Advertisement
5. Gunakan Kipas Angin Saat Menjemur
Kipas angin dapat menjadi solusi praktis ketika menjemur pakaian di dalam rumah tanpa sinar matahari langsung. Arahkan kipas ke jemuran dengan jarak yang cukup agar udara mengalir merata ke seluruh pakaian.
Aliran udara ini membantu mempercepat pengeringan dan mencegah kain tetap lembap terlalu lama. Hasilnya, pakaian lebih cepat kering dan tidak mudah berbau apek.
Advertisement
6. Gunakan Dehumidifier atau Silica Gel Bila Ruangan Lembap
Jika ruangan terasa lembap, gunakan dehumidifier untuk menyerap kelembapan udara. Bila tidak memiliki alat tersebut, silica gel dalam jumlah cukup juga dapat membantu mengurangi kadar air di udara.
Kelembapan yang lebih rendah membuat pakaian lebih cepat kering dan menghambat pertumbuhan jamur serta bakteri. Cara ini sangat berguna saat musim hujan atau di ruangan yang minim ventilasi.
Advertisement
7. Beri Jarak Antar Pakaian Saat Dijemur
Hindari menggantung pakaian terlalu rapat atau bertumpuk. Berikan jarak sekitar 5–10 cm agar udara dapat mengalir di antara setiap pakaian. Sirkulasi udara yang baik membantu seluruh bagian kain mengering lebih merata, termasuk area lipatan dan bagian dalam pakaian.
Dengan cara ini, pakaian tidak lembap terlalu lama dan risiko munculnya bau apek dapat dikurangi secara signifikan.
Advertisement
8. Jemur Menggunakan Hanger
Menggunakan hanger membuat pakaian menggantung bebas sehingga tidak mudah terlipat atau menempel pada pakaian lain. Udara dapat menjangkau lebih banyak permukaan kain, sehingga proses pengeringan berlangsung lebih cepat.
Cara ini sangat cocok untuk kemeja, kaus, dan pakaian yang mudah kusut. Selain membantu mencegah bau apek, penggunaan hanger juga membuat pakaian tetap rapi dan mudah disetrika.
Advertisement
9. Jangan Menjemur Terlalu Banyak Pakaian Sekaligus
Menjemur terlalu banyak pakaian dalam satu ruangan akan meningkatkan kelembapan udara secara drastis. Akibatnya, pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dan lebih mudah berbau apek.
Lebih baik mencuci dan menjemur secara bertahap agar sirkulasi udara tetap optimal. Ruangan yang tidak terlalu penuh juga membantu udara bergerak lebih bebas dan mempercepat proses pengeringan pakaian.
Advertisement
10. Setrika Pakaian Setelah Benar-Benar Kering
Setelah pakaian benar-benar kering, setrika dengan suhu yang sesuai jenis kain. Panas dari setrika membantu menghilangkan sisa kelembapan yang mungkin masih tertinggal pada serat pakaian.
Selain membuat pakaian rapi, proses ini juga membantu mengurangi bakteri penyebab bau. Pastikan pakaian tidak disetrika saat masih basah karena justru dapat menimbulkan bau kurang sedap dan merusak kain.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Menjemur Baju di Dalam Rumah
Apa penyebab utama pakaian bau apek saat dijemur di dalam rumah?
Penyebab utamanya adalah kelembapan tinggi dan kurangnya sirkulasi udara, yang menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak di serat kain.
Bagaimana cara mempercepat pengeringan pakaian di dalam ruangan?
Anda bisa mempercepat pengeringan dengan memilih ruangan berventilasi baik, menggunakan kipas angin, atau dehumidifier. Memeras pakaian hingga kering maksimal sebelum menjemur juga sangat penting.
Bisakah cuka putih membantu menghilangkan bau apek pada pakaian?
Ya, cuka putih efektif membunuh bakteri dan mengurangi bau. Anda bisa menambahkannya pada bilasan terakhir saat mencuci pakaian, bahkan dapat melembutkan serat kain.
Mengapa penting untuk memberi jarak antar pakaian saat menjemur di dalam rumah?
Memberi jarak minimal 5-10 cm antar pakaian memastikan udara dapat mengalir dengan lancar ke seluruh bagian kain. Hal ini mempercepat proses pengeringan, mencegah penumpukan kelembapan, dan menghindari bau apek.