Musim hujan sering membuat proses menjemur baju menjadi lebih lama karena udara lembap dan sinar matahari tidak selalu tersedia. Jika pakaian terlalu lama berada dalam kondisi basah atau lembap, aroma segar setelah dicuci bisa hilang dan berubah menjadi bau apek.
Namun, menjemur baju saat hujan bukan berarti sekadar memindahkannya ke dalam rumah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari mengurangi kadar air sejak proses pencucian, memberi jarak antarpakaian, hingga memastikan sirkulasi udara tetap berjalan.
Selengkapnya cara menjemur baju saat musim hujan agar cepat kering dan tidak bau apek, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada Minggu (27/9).
Advertisement
1. Gunakan Siklus Spin untuk Mengurangi Air pada Pakaian
Sebelum menjemur, pastikan sebanyak mungkin air sudah dikeluarkan dari pakaian. Jika mesin cuci memiliki fitur spin atau pemeras, gunakan sesuai petunjuk mesin dan jenis kain agar pakaian tidak terlalu basah ketika dipindahkan ke jemuran.
Semakin banyak air yang masih tertinggal di serat kain, semakin lama pakaian membutuhkan waktu untuk kering. Karena itu, proses pemerasan yang efektif dapat membantu mengurangi waktu pengeringan, terutama ketika pakaian harus dijemur di dalam rumah.
Jika pakaian masih terasa sangat basah setelah satu kali putaran, siklus spin tambahan dapat dipertimbangkan selama sesuai dengan petunjuk perawatan kain. Tidak semua pakaian harus diputar dua kali karena kebutuhan setiap bahan bisa berbeda.
Advertisement
2. Jangan Menggantung Pakaian Terlalu Rapat
Setelah pakaian keluar dari mesin cuci, kibaskan sebelum digantung dan atur agar bagian kain tidak saling bertumpuk. Dengan begitu, lebih banyak permukaan kain dapat terkena aliran udara selama proses pengeringan.
Hindari menggantung pakaian terlalu rapat hingga saling berhimpitan. Berikan ruang di antara pakaian agar udara dapat bergerak melewati permukaan kain dan membantu proses penguapan air.
Pakaian tebal seperti celana jeans, jaket, handuk, dan sweater sebaiknya diberi ruang lebih luas. Bahan yang tebal umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk kering sehingga perlu digantung dengan posisi yang memungkinkan udara menjangkau permukaannya.
Advertisement
3. Pilih Tempat Jemuran dengan Sirkulasi Udara yang Baik
Jika memungkinkan, jemur pakaian di luar rumah ketika cuaca mendukung. Namun, saat hujan membuat hal tersebut tidak memungkinkan, pakaian dapat dikeringkan di dalam ruangan dengan memastikan sirkulasi udara tetap baik dan kelembapan tidak menumpuk.
Pilih area dalam rumah yang memiliki pertukaran udara cukup baik. Hindari menempatkan jemuran di ruangan kecil yang tertutup rapat karena air dari pakaian akan menambah kelembapan udara di ruangan tersebut.
Jendela dapat dibuka ketika kondisi udara di luar memungkinkan, misalnya saat hujan sudah reda dan udara luar tidak terlalu lembap. Jika kondisi di luar justru sangat lembap, membuka jendela belum tentu membantu mengurangi kelembapan di dalam rumah.
Advertisement
4. Manfaatkan Kipas atau Dehumidifier
Kipas dapat membantu mempercepat pengeringan pakaian dengan menggerakkan udara di sekitar permukaan kain. Letakkan kipas agar aliran udaranya melewati jemuran, bukan sekadar mengarah ke area kosong di dalam ruangan.
Jika udara di dalam rumah sangat lembap, dehumidifier dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi kandungan uap air di udara. Dengan kelembapan ruangan yang lebih terkendali, kondisi udara menjadi lebih mendukung proses penguapan air dari pakaian.
Saat menggunakan dehumidifier, ikuti petunjuk penempatan dan pengoperasian dari produsennya. Perhatikan pula kapasitas penampungan air serta kebersihan alat agar dapat berfungsi dengan baik selama digunakan.
Advertisement
5. Pisahkan Pakaian Tebal dari Pakaian Tipis
Pakaian berbahan tebal umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk kering dibandingkan pakaian tipis. Karena itu, hindari menumpuk atau melipat pakaian tebal ketika masih basah di atas jemuran.
Handuk, celana berbahan tebal, jaket, dan pakaian berlapis sebaiknya digantung dengan posisi yang memungkinkan udara mencapai permukaan kain. Pastikan bagian yang terlipat atau bertumpuk dibuka agar tidak terjebak dalam kondisi lembap lebih lama.
Periksa bagian pakaian yang biasanya sulit kering, seperti lipatan celana, bagian bawah baju, area ketiak, kerah, dan saku. Jika masih ada bagian yang lembap, atur kembali posisi pakaian agar bagian tersebut mendapatkan aliran udara yang cukup.
Advertisement
6. Jangan Langsung Menyimpan Baju yang Masih Lembap
Setelah pakaian terlihat kering dari luar, jangan langsung memasukkannya ke lemari. Periksa bagian yang lebih tebal dan tersembunyi untuk memastikan tidak ada kelembapan yang masih tertinggal.
Kondisi lembap yang berlangsung terlalu lama dapat berkontribusi terhadap munculnya bau tidak sedap dan menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, pakaian perlu dikeringkan hingga tuntas sebelum dilipat atau disimpan di tempat tertutup.
Jika pakaian sudah telanjur berbau apek, jangan hanya menutupinya dengan pewangi pakaian. Cuci kembali sesuai petunjuk perawatan kain, kemudian keringkan sampai benar-benar tuntas sebelum disimpan.
Advertisement
7. Hindari Menjemur di Ruangan yang Sudah Terlalu Lembap
Menjemur di dalam rumah bisa menjadi solusi ketika hujan turun terus-menerus, tetapi pemilihan ruangan tetap penting. Hindari area yang sudah menunjukkan tanda kelembapan tinggi, seperti dinding yang sering berembun, sudut ruangan yang lembap, atau tempat dengan sirkulasi udara buruk.
Air dari pakaian basah akan menguap ke udara selama proses pengeringan. Jika ruangan tertutup dan tidak memiliki pertukaran udara yang cukup, kelembapan dapat menumpuk sehingga pakaian lebih sulit kering.
Jika terpaksa menjemur di dalam rumah, pilih area yang memiliki ventilasi baik dan gunakan kipas atau dehumidifier jika diperlukan. Sebisa mungkin, hindari mengeringkan pakaian di kamar tidur apabila tersedia area lain yang lebih sesuai untuk menjemur.
Advertisement
8. Periksa Kelembapan Ruangan Selama Menjemur
Selain memperhatikan kondisi pakaian, perhatikan pula kelembapan udara di tempat menjemur. Udara yang memiliki kelembapan tinggi dapat membuat proses penguapan air dari pakaian berlangsung lebih lambat, sementara sirkulasi udara yang baik membantu menggerakkan udara di sekitar permukaan pakaian.
Jika memiliki alat pengukur kelembapan atau higrometer, kamu dapat menggunakannya untuk memantau kondisi ruangan. Sebagai pedoman umum untuk mengendalikan kelembapan di dalam rumah, US EPA menyarankan kelembapan relatif dijaga di bawah 60 persen, dengan kisaran 30–50 persen sebagai kondisi yang ideal.
Namun, angka tersebut merupakan pedoman untuk mengendalikan kelembapan dalam ruangan, bukan jaminan bahwa pakaian akan kering dalam waktu tertentu. Kecepatan pengeringan tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis kain, banyaknya air yang tersisa, suhu, kelembapan udara, dan pergerakan udara di sekitar jemuran.
Advertisement
9. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering Sebelum Dilipat
Jangan menentukan pakaian sudah kering hanya berdasarkan permukaan luarnya. Bagian yang tebal, jahitan, dan area yang bertumpuk dapat menyimpan kelembapan meskipun bagian kain lainnya sudah terasa kering.
Periksa kembali bagian pakaian yang paling tebal atau tersembunyi, seperti saku, kerah, karet pinggang, dan lipatan kain. Jika bagian tersebut masih terasa lembap ketika disentuh, lanjutkan proses pengeringan.
Setelah seluruh bagian pakaian benar-benar kering, barulah lipat dan simpan di lemari. Kebiasaan ini membantu mengurangi risiko bau apek akibat pakaian yang disimpan dalam kondisi lembap.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menjemur Baju saat Musim Hujan agar Cepat Kering dan Tidak Bau Apek
Apakah pakaian boleh dijemur di dalam rumah saat musim hujan?
Boleh, terutama saat tidak memungkinkan menjemurnya di luar. Pilih area yang memiliki ventilasi baik dan gunakan kipas atau dehumidifier bila diperlukan.
Apakah kipas bisa membantu mempercepat pakaian kering?
Ya. Kipas membantu menggerakkan udara di sekitar permukaan pakaian sehingga mendukung proses penguapan air.
Bagaimana cara mencegah baju tetap bau apek saat musim hujan?
Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Jangan biarkan pakaian terlalu lama dalam kondisi lembap.