Bangun Pabrik HP Hanya Butuh Setengah Triliun, Prabowo: Ya Bangun Segera

Kedaulatan teknologi informasi terancam dengan impor ponsel senilai Rp 30 Triliun.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Bangun Pabrik HP Hanya Butuh Setengah Triliun, Prabowo: Ya Bangun Segera
Bangun Pabrik HP Hanya Butuh Setengah Triliun, Prabowo: Ya Bangun Segera (Merdeka.com)

Kedaulatan teknologi informasi terancam dengan impor ponsel senilai Rp 30 Triliun. 

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan kalau membangun pabrik ponsel hanya membutuhkan investasi Rp 500 miliar atau setengah triliun, maka perlu kehendak politik untuk bisa membangunnya. 

Hal ini diutarakan saat menjawab pertanyaan dari panelis soal kedaulatan teknologi informasi yang terancam akibat impor ponsel yang nilainya mencapai Rp 30 triliun. 

“Saya selalu solutif dan tindakan. Kalau memang hanya butuh setengah triliun perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik dengan segera,” kata Prabowo dalam debat capres 2024 di Jakarta, Minggu (4/2).

“Saya selalu solutif dan tindakan. Kalau memang hanya butuh setengah triliun perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik dengan segera,” kata Prabowo dalam debat capres 2024 di Jakarta, Minggu (4/2).
Dok. Istimewa

Di sisi lain, Prabowo mengatakan teknologi selalu berurusan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). 

Di sisi lain, Prabowo mengatakan teknologi selalu berurusan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). 
Dok. Istimewa

Maka itu, ia berjanji akan meningkatkan kompetensi SDM di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Caranya adalah memberikan beasiswa ke luar negeri.

“Kita harus mendidik anak kita di bidang sains, teknologi, engineering, matematika. Ini mutlak. Kalau kita tidak punya awak bagaimana. Jadi program kami memberikan beasiswa 10 ribu untuk dokter, 10 ribu lagi untuk sains, engineering matematika. Kita ambil yang pintar-pintar di Indonesia kirim ke luar negeri. Baru kita bisa rebut teknologi,”

Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto.

Rekomendasi