Ambisi Besar Jeff Bezos Luncurkan Satelit Internet, Ingin Saingi Elon Musk

Jeff Bezos telah meluncurkan dua satelit untuk memulai konstelasi internet luar angkasa.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ambisi Besar Jeff Bezos Luncurkan Satelit Internet, Ingin Saingi Elon Musk
Ambisi Besar Jeff Bezos Luncurkan Satelit Internet, Ingin Saingi Elon Musk (Reuters)

Jeff Bezos, bos Amazon kini berniat memperluas bisnisnya ke bidang astronomi dengan meluncurkan 3.200 pesawat ruang angkasa. 

Tujuannya untuk membangun internet satelit. Seperti Elon Musk

Dok. Istimewa
Reuters

Pada Jumat, 06 Oktober lalu, Bezos meluncurkan 2 satelit prototipe bernama KuiperSat-1 dan KuiPerSat-2 untuk pembangunan mega-konstelasi broadband yang ia sebut sebagai Proyek Kuiper.  

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah diluncurkan kedua satelit ini, kemudian akan dilakukan uji coba dengan cara dibawa mengorbit setinggi 500 km (310 mil) dengan roket Atlas-5, dari Stasiun Ruang Angkasa Cape Canaveral, Florida pada 14:00 EDT (18:00 GMT). 

Ambisi Besar Jeff Bezos

Mengutip BBC, Senin, (9/10), tujuan Bezos menjalani proyek ini adalah untuk berambisi dalam mengembangkan koneksi internet. Terutam dengan bandwith tinggi dan latensi rendah.

Selain itu, adanya proyek ini juga merupakan salah satu tujuan Bezos untuk menantang Starlink milik Elon Musk, yang berhasil menawari internet satelit di berbagai negara. 

Diketahui bahwa perusahaan SpaceX milik Elon Musk adalah pemimpin dari bidang internet satelit karena berhasil mengorbitkan 4.800 pesawat ruang angkasa. 

Diketahui bahwa perusahaan SpaceX milik Elon Musk adalah pemimpin dari bidang internet satelit karena berhasil mengorbitkan 4.800 pesawat ruang angkasa. 
© 2023 merdeka.com

Terlebih, persaingan ini semakin diperketat dengan Eutelsat-OneWeb yang berbasis di Inggris telah membangun 620 satelit dan beberapa negara seperti Kanada, UE, dan Tiongkok akan membuat proyek serupa.

Oleh karena itu, Bezos langsung tancap gas untuk mengurus dan menyebarkan jaringannya.

Amazon bahkan telah memiliki lisensi dari Federal Communications Commission (FCC) untuk menggunakan frekuensi radio yang diperlukan.

Berdasarkan lisensi tersebut, setidaknya setengah dari persiapan sistem Kuiper harus sudah berada di orbit pada Juli 2026, dan peluncuran secara penuh sekitar Juli 2029. 

Dok. Istimewa
Reuters

Di sisi lain, Amazon perlu melakukan kampanye besar-besaran demi berjalannya proyek ini. Namun, hal ini menjadi potensi hambatan. Meskipun Amazon telah bekerja sama dengan 100 perusahaan penerbangan roket, namun rata-rata pada tahap awal perjalanan misi seringkali sistem roket mengalami kegagalan. 

Kekhawatiran selanjutnya adalah dengan besarnya jumlah pesawat yang mengorbit di luar angkasa, maka akan berdampak buruk pada pengamat teleskopik dan pengelolaan jalur lalu lintas.

Sebab hal ini akan berpotensi untuk terjadi tabrakan di ruang angkasa, dan menghasilkan puing-puing yang mungkin akan membatasi aktivitas pengorbitan. 

Rekomendasi