Ilmuwan sedang Utak Atik Chip 6G Berbasis Cahaya, Begini Cara Kerjanya

Prototipe yang akan dibuat berbentuk chip semikonduktor dengan menggunakan wafer silikon.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ilmuwan sedang Utak Atik Chip 6G Berbasis Cahaya, Begini Cara Kerjanya
Ilmuwan sedang Utak Atik Chip 6G Berbasis Cahaya, Begini Cara Kerjanya (© Pixabay/PublicDomainPictures)

Ilmuwan sedang Utak Atik Chip 6G Berbasis Cahaya, Begini Cara Kerjanya

Prototipe yang akan dibuat  berbentuk chip semikonduktor dengan menggunakan wafer silikon.

Para ilmuwan sedang melakukan percobaan untuk membuat prototipe chip jaringan 6G di masa depan.

 Chip biru ini nantinya akan menjadi radar canggih, sistem satelit, dan jaringan Wi-fi, bahkan berguna juga untuk sinyal 7G pada generasi mendatang.

Dok. Istimewa
© AI Image/DizgoApps

Prototipe yang akan dibuat nanti akan berbentuk chip semikonduktor jaringan yang berukuran 0,2 x 0,2 inch dengan menggunakan wafer silikon, yang dipasang dengan komponen elektronik, fotonik, dan juga chiplet seperti bata lego.

Dok. Istimewa
© Pixabay/Bru-nO

Cara kerja dari chip ini yaitu transceiver nirkabel akan mengirimkan data, dan filter gelombang mikro pada chip konvensional, sehingga akan memblokir sinyal dengan frekuensi yang berbeda. Filter fotonik gelombang mikro juga nantinya akan menangkap sinyal dengan berbasis cahaya. 

Namun, untuk menggabungkan semua itu masih memiliki tantangan. Sebab, untuk mengoptimalkan chip ini diperlukan pita dengan frekuensi yang lebih tinggi, sehingga nantinya chip akan mendapatkan informasi yang lebih akurat. 

“Frekuensi yang lebih tinggi akan lebih efektif karena kecepatan dan energinya akan lebih besar. Namun, tetap saja berpotensi terjadinya interferensi karena gelombang yang lebih pendek akan kesulitan menembus permukaan objek yang lebih besar, sehingga mengurangi jangkauan sinyal,” jelas Ben Eggleton Verizon, Peneliti Sydney University. 

Dok. Istimewa
© AI Image/DezgoApp

Mengutip Live Science, Minggu, (31/12), Global Systems for Mobile Communications Association (GSMA), akan menjalankan jaringan pada pita mulai dari 2 sampai 4GHZ. Sehingga, nantinya 6G diharapkan dapat menjadi arus sinyal utama pada tahun 2030 nanti. 

Akan tetapi, pita 6G untuk pengaplikasiannya harus memiliki pita diatas 100 Ghz.

Oleh karena itu, kebutuhan untuk menciptakan chip komunikasi dengan bandwith RF yang lebih tinggi, dan pemfilteran dengan frekuensi yang lebih tinggi.

Dari situlah chip akan memainkan peran fotonik sehingga akan menggerakan perangkat 6G.

Rekomendasi