Dalam budaya Mesir Kuno, ada doa-doa khusus yang ditujukan untuk keselamatan ibu dan bayi selama proses melahirkan.
Proses melahirkan yang sering kali penuh dengan rasa sakit, dianggap berpotensi membahayakan ibu dan bayi yang akan dilahirkan.
Maka diperlukan kehati-hatian dalam memperlakukannya. Termasuk sisi ritualitasnya.
Menurut laporan Synonym.com dan International Journal of Osteoarchaeology pada Sabtu, (31/12), Mesir Kuno memandang kelahiran sebagai peristiwa yang memiliki nilai keagamaan daripada sekadar proses medis.
Karena itu, orang-orang di sana sering memohon perlindungan secara spiritual untuk menghindari potensi risiko yang mungkin terjadi selama proses kelahiran.
Advertisement
Seperti banyak masyarakat kuno lainnya, melahirkan dalam budaya Mesir Kuno dianggap memiliki risiko tinggi. Tingkat kematian ibu dan bayi saat proses kelahiran sangat tinggi.
Karena itu, para wanita sering memohon bantuan dan perlindungan kepada dewa-dewa supaya lancar dalam proses persalinan.
Dipercayai bahwa berbagai roh jahat menjadi ancaman bagi wanita hamil dan bayi yang baru lahir. Untuk melawan ancaman tersebut, masyarakat Mesir Kuno menggunakan sihir, menyampaikan mantra, dan memohon bantuan para dewa.
Advertisement
Salah satu dewa yang dihubungkan secara khusus dengan proses kelahiran adalah Hathor, Dewi Kesuburan.
Kekuatan dewi Hathor digunakan secara luas untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ibu serta bayinya. Doa-doanya dan mantra-mantranya terkait perlindungan selama dan setelah kelahiran sangat dihormati.
Bukti lain menunjukkan bahwa beberapa jenis kelahiran bahkan dianggap berpotensi negatif, seperti kelahiran anak kembar.
Mantra dalam papirus kuno yang dikenal sebagai Dekrit Amulet Oracular menyoroti ketakutan akan kelahiran anak kembar, dengan rapalan doa;
"Kami akan menjaganya tetap aman dari kelahiran Horus, dari kelahiran yang tidak teratur, dan dari kelahiran anak kembar".
Bukti-bukti ini semakin menegaskan bahwa pada zaman Mesir Kuno, proses kelahiran dianggap sebagai peristiwa dengan risiko besar bagi ibu dan bayinya.
Sebanyak 35 persen dari 115 kuburan yang digali di pemakaman Mesir Kuno El Bagawat, sebagian besar adalah kuburan bayi. Hal ini memperlihatkan bagaimana tingkat kematian yang tinggi pada masa itu.
Advertisement