Zaman Dulu Kancing Dibuat Bukan untuk Pengait Baju tapi Simbol Status Sosial

Kancing tidak dipakai sebagai pengait, melainkan sebagai perlambangan status sosial.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Zaman Dulu Kancing Dibuat Bukan untuk Pengait Baju tapi Simbol Status Sosial
Zaman Dulu Kancing Dibuat Bukan untuk Pengait Baju tapi Simbol Status Sosial (© Unsplash/Taisiia Shestopal)

Zaman Dulu Kancing Dibuat Bukan untuk Pengait Baju tapi Simbol Status Sosial

Kancing tidak dipakai sebagai pengait, melainkan sebagai perlambangan status sosial.

Kancing merupakan bagian penting tapi sering dilupakan dalam sejarah perkembangan pakaian.

Jika sekarang kancing dipakai sebagai pengait agar pakaian tidak lepas, dulu kancing memiliki fungsi yang sama sekali berbeda dari sekarang.

Mengutip laporan King And Allen dan Britannica, Kamis (21/12), kancing pertama kali ditemukan di Peradaban Lembah Sungai Indus.

Sungai Indus, sekarang merupakan bagian dari wilayah Pakistan dan India bagian barat.

Kala itu, kancing pada zamannya terbuat dari cangkang yang melengkung.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Namun, kancing tidak dipakai sebagai pengait, melainkan sebagai perlambang dari kekayaan atau status terhormat dari seseorang. Inilah fungsi utama dari kancing sebelum kancing dialihfungsikan menjadi benda yang fungsional.

Seiring waktu berjalan, kancing lebih banyak dijadikan sebagai pengait pakaian, karena saat itu lubang kancing belum ditemukan.

Sehingga kancing belum sepenuhnya fungsional. Penemuan lubang kancing pada abad ke-13 berhasil menjadi penemuan yang sangat penting, dan diam-diam merevolusi pakaian. 

Dengan desain yang sangat sederhana, kancing berhasil dipasang untuk melewati pembukaan dan dipasang dengan kokoh.

Dengan desain yang sangat sederhana, kancing berhasil dipasang untuk melewati pembukaan dan dipasang dengan kokoh.
© Unsplash/Merve Sehirli Nasir

Dunia mode tidak pernah sama lagi. Setelah penemuan ini, kancing menjadi begitu menonjol sehingga di beberapa tempat bahkan ada hukum khusus yang dibuat untuk membatasi penggunaannya.

Dok. Istimewa
© Unsplash/Traxer

Meskipun sudah mulai fungsional, tetapi kebanyakan kancing masih dijadikan patokan kekayaan dan status seseorang. Pada abad ke-14, kancing dipakai sebagai hiasan dan pengikat dari siku hingga pergelangan tangan dan dari leher sampai ke pinggang.

Kancing dari emas, perak, dan gading adalah tanda dari kekayaan dan status seseorang.

Selain itu, kancing mahal juga terbuat dari tembaga dan panduannya, seringkali dihias dengan sisipan gading, tempurung kura-kurang, dan permata.

Sementara itu, cincin yang lebih murah terbuat dari tulang atau kayu, yang sering juga dipakai sebagai dasar dari kancing yang dilapisi kain.

Produksi massal kancing dari Revolusi Industri berhasil membuat kancing menjadi barang yang lebih umum.

Pada masa kini, kancing diproduksi dalam berbagai warna dan bentuk yang beragam, tetapi bentuk datar dan bulat masih tetap menjadi yang paling populer.

Rekomendasi