Sejarah Sepatu dari Zaman Batu hingga Era Modern, Ada yang Terbuat dari Jerami

Sejarah panjang sepatu dimulai sejak zaman batu. Awalnya, sepatu berfungsi melindungi kaki, namun seiring waktu, pemakaian sepatu berkembang menjadi trend mode.

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
Sejarah Sepatu dari Zaman Batu hingga Era Modern, Ada yang Terbuat dari Jerami
Sejarah panjang sepatu dimulai sejak zaman batu. Awalnya, sepatu berfungsi melindungi kaki, namun seiring waktu, pemakaian sepatu berkembang menjadi trend mode. (© 2023 nytimes.com)

Sejarah Sepatu dari Zaman Batu hingga Era Modern, Ada yang Terbuat dari Jerami

Sejarah panjang sepatu dimulai dari zaman batu,  sepatu kulit tertua menjadi pionir tren alas kaki.  Simak Selengkapnya disini!

Pada masa itu, tidak ada sepasang sepatu khusus yang menandai permulaan sejarah alas kaki, karena bentuk dan bahan sepatu bervariasi sesuai dengan iklim dan medan yang berbeda.

Awalnya, sepatu menjadi kebutuhan praktis untuk melindungi kaki, tetapi seiring waktu, pemakaian sepatu berkembang menjadi suatu tren mode

1. Sepatu Oetzi 

1. Sepatu Oetzi 
© 2023 Historia.id

Pada tahun 1991, arkeologi di Austria, mengungkapkan temuan menarik berupa manusia mumi bernama Oetzi, yang diyakini hidup pada zaman batu sekitar 5.300 tahun yang lalu. 

2. Sepatu Kulit Armenia

2. Sepatu Kulit Armenia
© 2023 Wikipedia.com

Berdasarkan perhitungan tanggal radiokarbon, sepatu ini diperkirakan berasal dari sekitar 3.500 SM, pada masa logam Armenia.

Sepatu tersebut ditemukan terisi rumput dan memiliki bentuk seperti sepatu tanpa hak yang terbuat dari kulit bertekstur lembut, dalam hal ini, sepotong kulit sapi. Tali kulit digunakan untuk menjahit bagian depan dan tumit sepatu.

Sepatu ini, ketika dipakai, mampu menutupi area tumit dan kaki. Menariknya, sepatu ini dapat dimiliki baik oleh laki-laki maupun perempuan, karena minimnya informasi tentang kaki orang Armenia pada masa itu. 

Dok. Istimewa
© 2023 The victoria and albert museum

Sepatu terbuka datar dengan bentuk perahu ini merupakan salah satu keajaiban desain dari masa Mesir Kuno pada sekitar tahun 1550 SM. 

Talinya sendiri dihasilkan dari buluh yang panjang dan tipis, yang kemudian ditutupi oleh potongan buluh yang lebih lebar.

Dok. Istimewa
© 2023 The victoria and albert museum

Dari penggalian di jalur sustra kuno, Dunhuang utara, Tiongkok, yang berasal dari kisaran waktu 68-56 SM ini ditemukan sepatu yang terbuat dari beberapa tanaman rami yang dijahit bersama dengan teknik yang menyerupai teknik perca atau quilting. 

5. Sepatu Bebat Kaki

5. Sepatu Bebat Kaki
© 2023 Facebook.com

Jejak sejarah mode yang unik muncul dari lingkungan kekaisaran Tiongkok masa Dinasti Song abad ke-10 M, ialah jenis sepatu yang mungkin pernah dikenakan oleh perempuan pada masa tersebut.

Pada waktu itu, praktik pembebatan kaki menjadi bagian dari budaya yang umum, khususnya di kalangan wanita dengan status sosial yang lebih tinggi.

Dalam upaya menghambat pertumbuhan kaki, praktik ini bertujuan untuk menjaga ukuran kaki tetap kecil, sekitar 8 cm, yang dianggap sebagai standar kecantikan pada masa itu.

Namun pada tahun 1911, dengan berakhirnya masa kekaisaran, praktik pembebatan kaki diresmikan oleh pemerintah

6. Poulaine 

6. Poulaine 
© 2023 ripleys.com

Pada abad ke-12, para perajin sepatu di Eropa memulai tren yang unik dengan menciptakan sepatu yang memiliki ujung yang sangat sempit dan terbuat dari kulit, menciptakan tampilan yang elegan namun ekstrem. 

Dok. Istimewa
© 2023 r: The victoria and albert museum

Sepatu ini pada masanya berujung bundar dan terbuat dari bahan kulit. 

Dengan sentuhan desain yang sederhana namun fungsional, telah menjadi  sejarah mode dan masih dapat dijumpai hingga kini, terutama sebagai model sepatu untuk anak-anak.

8. Sepatu Cocor Bebek

8. Sepatu Cocor Bebek
© 2023 Hans Holbein the Younger

Raja Henry VIII dari Inggris dalam pakaian paling mutakhir pada masa itu. Raja ini tampil anggun dengan mengenakan sepatu cocor bebek yang memiliki lapisan atas berpola sayatan.

9. Sepatu Berhak Tinggi

9. Sepatu Berhak Tinggi
© 2023 Hyacinthe Rigaud

Selama periode Renaisans, raja-raja Eropa memakai sepatu berhak sangat tinggi sebagai simbol supremasi dan status mereka yang tinggi. Sepatu ini bukan hanya aksesori mode, tetapi juga alat untuk menonjolkan kekuasaan dan keagungan.

10. Chopine

Meskipun pertama kali digunakan sebagai alat praktis untuk melindungi sepatu dan pakaian dari lumpur dan tanah jalanan, Chopine menjadi lebih dari sekadar alas kaki fungsional.

Semakin tinggi hak chopine, semakin tinggi pula status sosial pemakainya. Pada puncak popularitasnya selama Renaissance, beberapa chopine bahkan mencapai ketinggian lebih dari 50 cm.

Dok. Istimewa
© 2023 Liputan6.com

Chopine, sebuah jenis platform sepatu, mencatat popularitasnya yang menggebu pada abad ke-15, 16, dan 17 di Venesia. 

Pada tahun 1430, pemerintah Venesia mengendalikan tren ini dengan membatasi tinggi chopine hingga tiga inci.

Dok. Istimewa
© 2023 Historia.id

Sebagai kesenian, aliran ini berkembang di Eropa sekitar abad ke-16  sampai ke-18.

Gaya inipun mempengaruhi mode, khususnya model sepatu. Bahan beludru, satin, sutra, hiasan berbunga-bunga dan batu permata mewarnai sepatu-sepatu pada era ini.

Dok. Istimewa
© 2023 Thomas Lawrence

Setelah perang berlalu dan memasuki abad ke-19, dunia mode mengalami perubahan signifikan, khususnya dalam desain sepatu yang menjadi lebih praktis. 

Pada abad ke-19, model sepatu mulai membedakan antara sepatu laki-laki dan perempuan. 

13. Sepatu Kekinian

13. Sepatu Kekinian
© 2023 Audrey Hepburn dengan Kitten Heels

Paruh kedua abad ke-20 menyaksikan munculnya tren sepatu yang dipengaruhi oleh keberhasilan budaya pop Amerika. 

Rekomendasi