Obat Kanker Dijamin Manjur jika Diracik di Luar Angkasa

Penelitian ini pernah dilakukan di stasiun luar angkasa. Hasilnya ada kemajuan pada obatnya.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Obat Kanker Dijamin Manjur jika Diracik di Luar Angkasa
Obat Kanker Dijamin Manjur jika Diracik di Luar Angkasa (Merdeka.com)

Penelitian ini pernah dilakukan di stasiun luar angkasa. Hasilnya ada kemajuan pada obatnya. 

Menurut NASA, bekerja di luar angkasa membantu upaya penelitian untuk mengatasi kanker.

Layanan Kesehatan Nasional menyatakan bahwa satu dari dua orang kemungkinan akan menghadapi kanker dalam hidupnya dan melawan kanker menjadi salah satu fokus penting dalam dunia ilmiah. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

NASA mengklaim bahwa eksperimen di lingkungan luar angkasa tanpa gravitasi telah membawa "kemajuan luar biasa" dalam penelitian kanker.

Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat NASA dalam acara di Washington bersama Presiden AS Joe Biden.

Astronaut Frank Rubio yang juga seorang dokter dan mantan pilot helikopter militer, melakukan penelitian kanker pada misi terbarunya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Menurutnya, luar angkasa adalah "tempat unik untuk penelitian."

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilansir dari Indy100, Jumat (26/4), NASA menjelaskan bahwa di ruang angkasa, sel-sel cenderung menua lebih cepat karena tidak ada gravitasi yang pada gilirannya membantu mempercepat penelitian.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, struktur molekul sampel di luar angkasa dianggap lebih murni karena tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi seperti di Bumi.

Administrator NASA, Bill Nelson, menyatakan bahwa kondisi di luar angkasa memungkinkan analisis struktur molekul sampel menjadi lebih ditingkatkan.

Penelitian di luar angkasa juga diyakini dapat meningkatkan efektivitas obat-obatan kanker.

Sebagai contoh, berkat penelitian yang dilakukan oleh perusahaan farmasi Merck di ISS, obat antikanker Keytruda sekarang dapat diberikan kepada pasien melalui suntikan intravena.


 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebuah eksperimen di 2017 menemukan bahwa salah satu bahan utama dalam pembuatan obat kanker lebih cepat membentuk kristal di luar angkasa daripada di Bumi.

Rekomendasi