Ada 'Benua Hilang' yang Tanpa Disadari telah Dikunjungi Wisatawan, di Sini Lokasinya

Berikut adalah letak 'Benua Hilang' yang disebut ilmuwan untuk berwisata.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ada 'Benua Hilang' yang Tanpa Disadari telah Dikunjungi Wisatawan, di Sini Lokasinya
Ada 'Benua Hilang' yang Tanpa Disadari telah Dikunjungi Wisatawan, di Sini Lokasinya (Merdeka.com)

Sebuah benua yang ‘hilang’ kini telah ditemukan dan berubah menjadi tempat wisata bagi para turis setiap tahunnya.

"Lupakan Atlantis. Tanpa kita sadari, banyak wisatawan menghabiskan liburan mereka setiap tahun di benua yang hilang Greater Adria," terang seorang Profesor Tektonik Global dan Paleogeografi di Universitas Utrecht Belanda, Douwe van Hinsbergen, dikutip dari Indy100, Jumat (8/9).

Benua Adria atau dikenal juga dengan sebutan Greater Adria adalah benua kuno yang tersembunyi di Selatan Eropa dan diperkirakan telah terbentuk 240 juta tahun yang lalu.

Bagian dari superbenua Pangea ikut terpecah ketika Pangea mengalami perpecahan sekitar 200 juta tahun lalu dan menjadi bagian dari Gondwana.

Perlahan-lahan, Greater Adria mulai bergerak ke bawah pelat tektonik Eurasia yang sekarang adalah bagian dari selatan Eropa.

Perlahan-lahan, Greater Adria mulai bergerak ke bawah pelat tektonik Eurasia yang sekarang adalah bagian dari selatan Eropa.
Dok. Istimewa

Sebagian bebatuan terlampau ringan dan tidak ikut tenggelam sehingga dapat ditemukan oleh para ilmuwan untuk pertama kalinya pada 2019.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Membentang dari Pegunungan Alpen hingga negara Iran, yang tersisa dari benua ini adalah jalur dari Turin melalui Laut Adriatik hingga wilayah selatan Italia yang berbentuk menyerupai tumit sepatu bot. Jalur inilah yang sering dikunjungi oleh para wisatawan setiap tahunnya.

Sebelum Greater Adria, para ilmuwan juga berhasil menemukan sebuah benua yang hilang lainnya, yaitu Zealandia.

Sebelum Greater Adria, para ilmuwan juga berhasil menemukan sebuah benua yang hilang lainnya, yaitu Zealandia.
Dok. Istimewa

Benua dengan nama Te-Riu-a-Māui dalam bahasa Māori ini dulunya merupakan bagian dari superbenua Gondwana yang ada sekitar 500 tahun yang lalu.

Benua ini pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang dan pelaut Belanda bernama Abel Tasman pada 1642.

Penemuan ini memberikan wawasan lebih dalam mengenai sejarah geologi benua-benua di dunia.

Memiliki luas sekitar 1,89 juta mil persegi atau sekitar 4,9 juta kilometer persegi, mayoritas dari wilayah Zealandia terendam di bawah laut dan berada di dasar laut sekitar pulau-pulau Selandia Baru.

Hanya sebagian kecil dari benua ini yang berada di atas permukaan laut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelum dianggap sebagai benua terpisah pada 2017, benua ini sering disebut ahli geologi sebagai sekelompok pegunungan laut dan dataran laut yang terpisah. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Zealandia merupakan fokus penelitian yang penting bagi geologi dan ilmu bumi. Para ilmuwan mempelajarinya untuk memahami evolusi benua dan proses geologis seperti tektonik lempeng yang memengaruhi wilayah tersebut.

Rekomendasi