Sebuah studi yang dirilis Kamis (6/2) mengungkap bahwa perangkat kecerdasan buatan (AI) dengan mudah dapat membuat gambar palsu yang meyakinkan tentang Jeffrey Epstein bersama sejumlah pemimpin dunia.
Temuan ini muncul di tengah maraknya foto manipulatif mengaitkan tokoh politik dengan terpidana pelaku kejahatan seksual tersebut.
Pengguna media sosial sebelumnya menyebarkan gambar hasil AI yang diklaim memperlihatkan Epstein bersosialisasi dengan sejumlah politisi, termasuk Wali Kota New York Zohran Mamdani dan ibunya, sineas peraih penghargaan Mira Nair. Tim pemeriksa fakta AFP telah melaporkan temuan tersebut.
Mengutip CNA, Kamis (12/1), dalam studi terbarunya, lembaga pemantau disinformasi asal Amerika Serikat, NewsGuard, meminta tiga generator gambar terkemuka untuk membuat foto Epstein bersama lima politisi, termasuk Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menurut laporan itu, Grok AI, alat yang dikembangkan xAI milik Elon Musk, mampu menghasilkan gambar palsu. Bahkan disebut-sebut dapat meyakinkan orang dalam hitungan detik untuk kelima tokoh tersebut.
Salah satunya berupa gambar palsu yang tampak realistis menampilkan Trump versi lebih muda bersama Epstein dikelilingi gadis-gadis muda.
Trump memang pernah difoto bersama Epstein dalam sejumlah acara sosial, namun tidak ada foto publik yang menunjukkan keduanya berada di tengah anak di bawah umur.
Advertisement
Google Gemini dan ChatGPT Menolak
Sementara itu, Google Gemini menolak membuat gambar yang menggambarkan Epstein bersama Trump.
Tetapi anehnya, mesin AI milik Google itu mampu menghasilkan foto realistis Epstein dengan empat politisi lain yakni Netanyahu, Macron, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Gambar-gambar palsu tersebut memperlihatkan Epstein bersama para politisi dalam berbagai situasi, mulai dari pesta, jet pribadi, hingga bersantai di pantai.
NewsGuard menyatakan temuan ini menunjukkan betapa mudahnya pelaku kejahatan memanfaatkan alat AI untuk menciptakan konten palsu yang tampak nyata.
“Gambar palsu kini menjadi begitu lazim sehingga semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana yang dihasilkan AI,” tulis lembaga itu.
Saat diminta membuat gambar serupa, ChatGPT milik OpenAI menolak. Dalam tanggapannya, ChatGPT menyatakan tidak dapat membuat gambar yang melibatkan orang nyata dalam konteks seksual dengan anak di bawah umur atau skenario yang menyiratkan pelecehan seksual.