Pada Kamis pekan lalu, perusahaan implan otak milik Elon Musk, Neuralink, mengumumkan telah menerima persetujuan dari otoritas setempat untuk bisa melakukan studi klinis pertama yang diujicobakan kepada manusia.
Sebelumnya, pada 2019 miliarder ini kerap berbicara dihadapan umum bahwa Neuralink segera akan mendapatkan persetujuan dari Food & Drug Administration (FDA) untuk melakukan tanam chip di otak manusia.
Namun pada 2022, proposal perizinan untuk melakukan uji coba sempat ditolak. FDA beralasan khawatir soal keamanan dalam penerapannya. Kemudian, pihak Neuralink akhirnya membuat kembali proposal perizinan yang khusus menjawab kekahwatiran dari FDA.
"Ini adalah hasil kerja luar biasa oleh tim Neuralink dalam kerja sama erat dengan FDA. Saat ini merupakan langkah pertama yang penting dan kelak akan memungkinkan teknologi kami membantu banyak orang," kata Neuralink dalam tweet pada hari Kamis seperti dilaporkan Reuters via NYPost, Senin (29/5).
Advertisement
Implan otak ini diharapkan dapat membantu orang-orang yang lumpuh untuk berjalan kembali dan menyembuhkan penyakit saraf lainnya. Ketika kabar ini dikonfirmasikan, FDA tidak segera menanggapi permintaan komentar dari soal ini kepada Reuters.
Elon Musk pun menyambut baik persetujuan FDA untuk perusahaan implan otak Neuralink untuk mulai menguji teknologi tersebut pada manusia.
"Selamat kepada tim Neuralink!" kata Musk sebagai tanggapan kepada Neuralink di Twitter-nya.