Pada 15 November 2022 lalu, ahli demografi di divisi kependudukan Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan bahwa manusia ke-8 miliar di Bumi telah lahir.
Angka 8 miliar itu masih perkiraan, tidak ada sensus yang benar-benar berhasil menunjukkan angka nyata dari semua orang yang hidup di Bumi, karena baik kelahiran atau kematian selalu terjadi setiap detik.
Perdebatan tentang populasi global yang terlampau banyak atau sedikit di Bumi ini seperti argumen tanpa akhir. Populasi manusia itu rumit, dan ketakutan yang berlebihan tentang kelebihan populasi cukup mampu membuat manusia abai terhadap fakta bahwa daya dukung Bumi tidak pernah diperbaiki.
Tetapi mereka yang resah tentang kekurangan populasi melewatkan fakta bahwa masih banyak negara seperti Afrika masih memiliki tingkat kelahiran yang cukup tinggi.
Pada tahun 1968 silam, ada satu buku yang membahas betapa menyeramkannya kehidupan di Bumi jika diperhadapkan dengan populasi manusia yang melampaui batas.
Dilansir dari dari Vox, Minggu (7/5), Buku ini berjudul “The Population Bomb”, berisi tentang apa saja kemungkinan yang akan dihadapi oleh dunia jika menampung terlalu banyak manusia, seperti fenomena kematian ratusan juta orang efek dari kelaparan.
Namun buku itu tidak terbukti benar, sekarang Bumi kita berhasil menampung lebih dari dua kali lipat lebih banyak manusia daripada ketika buku tersebut terbit, namun kelaparan dan kemiskinan yang ditakuti buku itu sama sekali tidak kita alami.
Saat ini, tentu rasanya Bumi sudah cukup padat dan penuh, namun ternyata penyebaran populasi manusia di planet ini tidaklah rata. Beberapa negara di Asia contohnya, seperti jepang dan korea selatan mengaku telah mengalami krisis populasi karena angka kelahiran yang semakin anjlok.
China juga mengalami hal serupa hingga membuat mereka merubah slogan dari “satu anak itu baik” menjadi “satu terlalu sedikit, dua lebih baik”.
Jika populasi manusia di Bumi ini tetap tidak rata sampai beberapa dekade ke depan, imigrasi anak-anak muda yang tersisa di dunia mungkin menjadi salah satu solusi untuk mencegah penurunan ekonomi dan demografis dunia, juga memberi jutaan calon migran kesempatan untuk kehidupan yang lebih layak. Ini adalah salah satu bentuk imigrasi skala internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pada akhirnya, penilaian apakah Bumi kita telah menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit populasi manusia saat ini adalah penilaian objektif.
Ini semua tergantung dari wilayah mana yang akan dinilai. Banyak hal-hal lain juga yang perlu dipertimbangkan untuk mengambil kesimpulan valid apakah populasi saat ini terhitung banyak atau tidak.
Reporter magang: Safira Tiur Margaretha