Sains Ungkap Ikan Ternyata Punya Perasaan

Studi baru menunjukkan bahwa ikan dapat mendeteksi rasa takut pada ikan lain, dan kemudian menjadi takut juga. Kemampuan ini diatur oleh oksitosin, zat kimia otak yang sama yang mendasari kapasitas empati yang ada pada diri manusia.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sains Ungkap Ikan Ternyata Punya Perasaan
Ilustrasi ikan. ©2021 pixabay/ Merdeka.com

Studi baru menunjukkan bahwa ikan dapat mendeteksi rasa takut pada ikan lain, dan kemudian menjadi takut juga. Kemampuan ini diatur oleh oksitosin, zat kimia otak yang sama yang mendasari kapasitas empati yang ada pada diri manusia.

Para peneliti dari University of Calgary, Kanada, mendemonstrasikan dengan menghapus gen yang terkait dengan produksi dan penyerapan oksitosin di otak ikan zebra dan ikan tropis kecil yang sering digunakan untuk penelitian. Ikan-ikan itu tiba-tiba menjadi ikan yang antisosial. Mereka gagal mendeteksi atau mengubah perilakunya saat ikan lain sedang cemas.

Tetapi ketika beberapa ikan yang diubah menerima suntikan oksitosin, kemampuan mereka untuk merasakan dan mencerminkan perasaan ikan lain seperti dipulihkan. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa ikan zebra akan lebih memperhatikan ikan yang sebelumnya stres.

"Mereka menanggapi ikan lain yang ketakutan," kata ahli saraf University of Calgary, Ibukun Akinrinade, salah satu peneliti yang dilaporkan dari The Asahi Shimbun, Rabu (5/4).

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa oksitosin memainkan peran serupa dalam menularkan rasa takut pada tikus. Pada akhirnya, menurut Ahli Ekologi Universitas Stony Brook, Amerika Serikat (AS), Carl Safina, hal itu bisa menjadi dasar bagi kelangsungan hidup banyak hewan, terutama mereka yang hidup berkelompok

"Bentuk paling dasar dari empati adalah ketakutan yang menular. Ini adalah hal yang sangat berharga untuk tetap hidup, jika ada anggota kelompok melihat pemangsa atau bahaya lainnya," ujar Safina.

Sebagai hasil dari pekerjaan ini, para peneliti sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang biologi di balik penularan emosi pada ikan zebra. Tetapi tim masih memiliki pertanyaan yang ingin mereka selesaikan dengan studi lebih lanjut.

Pertama, apakah penularan emosi bekerja dengan cara yang sama dengan emosi positif, atau hanya yang negatif seperti ketakutan yang mungkin bermanfaat untuk kelangsungan hidup? Dan tepatnya bagaimana? Mengapa oksitosin memengaruhi perilaku ikan?

Meski begitu, temuan tersebut menunjukkan bahwa ikan bisa memiliki perasaan, seperti manusia dan spesies lain, meskipun perasaan mereka berbeda dari makhluk lain.

Rekomendasi