Windows Rentan Kena Malware, Kenapa?

Selama hampir tiga tahun, Microsoft disebut gagal melindungi perangkat Windows dari kejahatan dan membuat pengguna rentan terhadap serangan malware seperti BYOVD, yaitu penyalahgunaan kerentanan software untuk mendapat kendali penuh atas mesin yang disusupi.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Windows Rentan Kena Malware, Kenapa?
Logo Microsoft. ©2019 Merdeka.com

Selama hampir tiga tahun, Microsoft disebut gagal melindungi perangkat Windows dari kejahatan dan membuat pengguna rentan terhadap serangan malware seperti BYOVD, yaitu penyalahgunaan kerentanan software untuk mendapat kendali penuh atas mesin yang disusupi.

Dilansir dari Ars Technica dan The Verge, Senin (17/10), akhir bulan September lalu perusahaan keamanan ESET mengungkap bahwa kelompok peretas Korea Utara Lazarus melancarkan serangan BYOVD terhadap seorang karyawan dirgantara di Belanda dan seorang jurnalis politik di Belgia pada tahun 2021.

Pakar keamanan siber dari perusahaan Analygence, Will Dormann, mengatakan hal ini kemungkinan terjadi akibat Microsoft yang belum memperbarui daftar blokir sejak 2019 sehingga pengguna masih menggunakan software berbahaya dan kurangnya perlindungan Hypervisor (HVCI).

Hal tersebut ditemukannya setelah berhasil mengunduh software berbahaya pada perangkat yang dilindungi HVCI. Artinya, perangkat dengan HVCI sekali pun belum terlindungi dari driver yang buruk selama sekitar tiga tahun ini.

"Halaman aturan blok software yang direkomendasikan Microsoft menyatakan bahwa daftar blokir driver "diterapkan ke" perangkat berkemampuan HVCI. Namun di sini ada sistem yang mendukung HVCI, dan salah satu driver dalam daftar blokir (WinRing0) tetap dapat dimuat dengan senang hati," tulis Dormann dalam cuitannya di Twitter, Minggu (16/10).

Project manager Microsoft, Jeffery Sutherland pun membalas cuitan tersebut dengan mengklaim bahwa pihaknya telah memperbarui dokumen online dan menambahkan unduhan dengan instruksi untuk menerapkan versi biner secara langsung. Kendati demikian, masih belum jelas kapan Microsoft akan menambahkan driver baru ke daftar blokir melalui pembaruan Windows secara otomatis.

Dalam pernyataan berbeda, juru bicara Microsoft mengatakan daftar driver yang rentan rutin diperbarui secara berkala, tetapi mereka juga mengaku menerima feedback bahwa ada kesenjangan dalam sinkronisasi di seluruh versi OS.

"Itu akan diperbaiki di Pembaruan Windows yang akan datang. Halaman dokumentasi akan diperbarui saat pembaruan baru dirilis," ujar dia.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian

Rekomendasi