Perusahaan internet Biznet tak pernah berhenti membangun jaringan kabel fiber optic (FO) di Indonesia.
Yang terbaru, Biznet sedang membangun jaringan kabel FO bawah laut untuk menghubungkan Pulau Jawa, Sumatra, dan Bangka.
Proyek tersebut bernama Biznet Submarine Cable System (BNCS). Jaringan ini akan menghubungkan Anyer (Banten/Jawa), Kalianda (Sumatra), dan Sungsang (Sumatra) – Muntok (Bangka) sepanjang sekitar 100 km.
Adi Kusma, Presiden Direktur Biznet, menjelaskan izin untuk pembangunan kabel FO bawah lautnya baru saja keluar. Sehingga proyek ini akan segera dimulai pada bulan depan (November).
"Kami targetkan proyek ini rampung pada Maret tahun depan," ujar Adi saat dijumpai di Jimbaran, Badung, Bali, Rabu (12/10).
Pembangunan kabel bawah laut yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra ini menggunakan belanja modal (capex) tahun ini yang sebesar US$ 200 juta. Bila sudah tersambung, Biznet akan memperluas jaringan kabel FO ke seluruh Pulau Sumatra di masa mendatang.
Proyek ini sejatinya untuk mendukung layanan New Biznet Fiber Network yang dirintis sejak 2018. Layanan New Biznet Fiber Network ini mampu menawarkan bandwidth sebesar 100-200 Mbps. Layanan ini memang mengadopsi teknologi terkini untuk menghadirkan layanan internet yang aman dan andal, serta berkapasitas besar menghadapi kebutuhan internet yang semakin tinggi oleh konsumen terkini.
Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, menambahkan bila infrastruktur Anyer dan Kalianda tersebut rampung pada 2023, maka Biznet mampu mendistribusikan kecepatan akses internet untuk konsumen di Pulau Sumatra secepat di Pulau Jawa, yakni 100 Mbps.
Alhasil, lebih banyak orang yang menikmati koneksi internet terbaik dari Biznet.
"Untuk kabel daratnya sudah dipasang. Kami sudah bangun 48 core. Sedangkan pembangunan kabel bawah laut Anyer-Kalianda dilakukan mulai November," jelas Adrianto.
Saat ini jaringan kabel FO Biznet telah mencapai 65 ribu km di seluruh Indoneia. Sementara layanan internet cepat Biznet menjangkau lebih 180 kota.
Jumlah pelanggan rumah tangga (homepass) mencapai 1,7 juta dan 6.000 gedung.