Wakil Perdana Menteri dan Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov mendesak Sony dan Microsoft untuk memblokir Xbox dan Playstation di Rusia. Desakan ini dirinya ungkapkan di Twitter. Bila hal ini dilakukan, maka bukan tidak mungkin akan memprovokasi warga Rusia untuk menghentikan invasi militer negaranya ke Ukraina.
"Anda pasti menyadari apa yang terjadi di Ukraina sekarang. Rusia menyatakan perang bukan untuk Ukraina tetapi untuk semua dunia yang beradab. Jika Anda mendukung nilai-nilai kemanusiaan, Anda harus melakukan itu ke pasar Rusia!" katanya @FedorovMykhailo dalam cuitannya.
©2022 Merdeka.com
Selain Microsoft dan Sony, dia juga meminta penyelenggara turnamen esports agar menolak tim dari Rusia dan Belarusi dari ajang pertandingan. Tak hanya itu, Fedorov juga meminta agar pihak penyelenggara untuk membatalkan acara turnamen esports yang rencana digelar di kedua negara tersebut.
Sebelumnya, Apple memutuskan menyetop penjualan seluruh produknya di Rusia gara-gara invasi militernya ke Ukraina. Hal itu diumumkan secara resmi oleh perusahaan. Dilaporkan CNN, Rabu (2/3), perwakilan perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka sangat prihatin tentang invasi Rusia.
Apple juga mengatakan telah membatasi akses ke layanan digital, seperti Apple Pay, di Rusia, dan membatasi ketersediaan aplikasi media pemerintah Rusia di luar negeri.
"Minggu lalu, kami menghentikan semua ekspor ke saluran penjualan kami di negara itu. Apple Pay dan layanan lainnya telah dibatasi. RT News dan Sputnik News tidak lagi tersedia untuk diunduh dari App Store di luar Rusia," kata pihak Apple.
"Dan kami telah menonaktifkan lalu lintas dan insiden langsung di Apple Maps di Ukraina sebagai tindakan keamanan dan pencegahan bagi warga Ukraina," tambah keterangan itu.