Pendiri Xiaomi, Lei Jun, memiliki ambisi untuk perusahaan yang dipimpinnya menjadi raksasa di pasar global khususnya untuk smartphone kelas atas.
Dilaporkan Gizmochina, Selasa (15/2), ia memahami bila ingin meraih gelar itu, maka mau tidak mau Xiaomi harus mampu melawan Apple. Maka itu, ia secara terang-terangan ‘menantang’ dominasi Apple di pasar smartphone kelas atas.
CEO raksasa teknologi itu menggambarkan persaingan di segmen pasar smartphone kelas atas sebagai perang hidup dan mati. Ini harus dilakukan untuk mempertahankan pertumbuhan perusahaannya. Apple tetap menjadi yang terdepan di segmen premium pasar smartphone global dan Xiaomi jelas memiliki pekerjaan untuk memperebutkannya.
Ambisinya itu lantaran ada kekosongan besar yang tercipta karena 'runtuhnya' merek Huawei, dan Xiaomi mengambil posisi terdepan dalam persaingan di antara perusahaan teknologi terkemuka China. Lei mengatakan bahwa tujuan strategis perusahaan adalah untuk berkembang menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada tahun 2025.
Untuk itu, Lei mengatakan Xiaomi berkomitmen menginvestasikan 100 miliar yuan atau setara USD$15,71 miliar untuk R&D selama lima tahun ke depan demi mengejar tujuan strategisnya. Xiaomi akan terus bersaing dengan beberapa brand di pasar smartphone kelas atas seperti Apple dan Samsung.
Data global baru-baru ini menunjukkan bahwa Xiaomi melakukan pekerjaan dengan baik di puncak, dan dapat menyalip Apple atau Samsung dalam beberapa tahun jika terus dalam lintasannya saat ini.