Mencoba Aktivitas Bekerja Pakai Samsung Galaxy Tab A7 2020

Seminggu yang lalu, kegiatan peliputan secara virtual begitu padat. Pandemi Covid-19 ternyata memaksa untuk cepat-cepat beradaptasi. Dari pertemuan offline diubah seluruhnya secara online. Tak jarang, hanya jeda 1 jam, kami harus berpindah link agenda peliputan yang lain. Begitu seterusnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mencoba Aktivitas Bekerja Pakai Samsung Galaxy Tab A7 2020
Samsung Tab A7 2020. ©2020 Merdeka.com

Seminggu yang lalu, kegiatan peliputan secara virtual begitu padat. Pandemi Covid-19 ternyata memaksa untuk cepat-cepat beradaptasi. Dari pertemuan offline diubah seluruhnya secara online. Tak jarang, hanya jeda 1 jam, kami harus berpindah link agenda peliputan yang lain. Begitu seterusnya.

Di sela-sela padatnya rutinitas kerja jurnalis, boleh dibilang, kami membutuhkan perangkat yang tak hanya mumpuni, tetapi juga hemat daya. Bayangkan saja, jika baru beberapa jam kami harus menancapkan daya listrik ke perangkat; itu bagi kami terlalu buang-buang waktu. Sebab, dengan adanya fleksibilitas kerja secara online, kerap mencari tempat yang menurut kami asyik untuk mendengarkan paparan konferensi pers dari narasumber penting.

Kebetulan di saat banyak agenda yang mengantri, kami dipinjamkan Samsung sebuah perangkat Galaxy Tab A7 (2020). Di awal, kami tak terlalu berekspektasi tinggi mengenai perangkat ini mampu atau setidaknya dapat berjalan beriringan dengan kegiatan marathon peliputan online. Begitu pertama ‘mendarat’ untuk dipinjamkan, yang pertama kali dilihat adalah desainnya.

Terutama dari sisi layarnya. Bagi kami, penampang layar Samsung Galaxy Tab A7 ini begitu lebar. Tentu di awal kami harus membiasakan dengan panjangnya layar perangkat ini ketika dicoba terutama saat dipegang. Maklum, SamsungGalaxy Tab A7 ini punya ukuran 10,4 inci dengan resolusi 1200 x 2000 piksel.

Meski begitu, orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan laptop 11 inci dalam pekerjaan sehari-harinya, mungkin dengan resolusi layar seperti Tab A7, tidak jauh berbeda. Begitu juga kami.

Hampir tiap kegiatan setiap harinya, baik untuk menulis berita maupun konferensi pers virtual, kerap menggunakan laptop yang berukuran 11 inci. Maka bagi kami, ukuran layar yang ditawarkan SamsungGalaxy Tab A7 ini, tidak menuntut mengubah kebiasaan sehari-hari dalam bekerja. Hanya saja, di awal penggunaan, kami merasa kagok lantaran sudah terbiasa menggunakan laptop bukan tablet. Tetapi kami akui itu masalah kebiasaan saja.

Penggunaan Sehari-hari

Selama seminggu penggunaan, kami memperlakukan Samsung Galaxy Tab A7 ini sama seperti laptop yang kerap digunakan untuk melakukan pekerjaan. Baik untuk menulis, mengikuti acara konferensi pers, webinar, maupun rapat redaksi.

Perlu diketahui pembaca, Samsung Galaxy Tab A7 ini hanya menawarkan perangkat tabletnya saja. Tidak dengan keyboard wireless. Keyboard wireless terpisah dari perangkat tersebut. Jadi, jika Anda menginginkan untuk mengetik laiknya laptop, maka bisa gunakan keyboard wireless sebagai tambahan.

Di hari pertama menggunakan Samsung GalaxyTab A7, posisi baterai sudah kami isi daya full 100 persen. Kebetulan, di hari pertama penggunaan perangkat ini, langsung digeber dengan serangkaian kegiatan rapat kerja KapanLagi Youniverse (KLY) secara daring selama dua hari. Dimulai dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00 WIB.

Dipikiran kami, di tengah jalannya rapat kerja, perangkat ini pasti akan meminta ‘injeksi’ daya listrik untuk tetap menyala. Tetapi, dugaan kami ternyata keliru. Hingga rapat berakhir, Samsung Galaxy Tab A70 masih ‘melek’ dengan daya yang berkurang hanya sekitar 30 persen. Kami pun mulai manggut-manggut terhadap daya tahan baterai yang disematkan di tablet ini.

Keesokannya, Tab A70 ini dipaksa bekerja lebih keras lagi tidak hanya untuk mengikuti virtual meeting kantor saja, tetapi juga digunakan untuk menulis dan mengedit berita secara bersamaan. Hasilnya, bagi kami, cukup mencengangkan. Daya perangkat ini hanya berkurang sekitar 30 persen lebih. Artinya sisa baterai tinggal 40 persen.

Setelah dua hari itu, kami gunakan lagi untuk keesokan harinya untuk mengikuti konferensi pers marathon secara virtual. Hingga sore hari di hari ketiga, baterai Samsung menunjukan sisa daya 25 persen. Barulah kami isi daya listrik Samsung Galaxy Tab A7 2020 ini.

Lantas, bagaimana dengan sisi kameranya? Terus terang, kami di sini hanya menggunakan Samsung Galaxy Tab A7 2020 ini untuk salah satu keperluan yang kerap digunakan kami. Jadi, kami tidak melakukan tes kamera untuk perangkat ini secara mendetail. Bagi kami, kamera yang dimiliki Samsung Tab A7 2020 ini tidak ada isu. Selama penggunaan seminggu untuk rapat, konferensi pers virtual, kamera Tab A7 2020 berjalan sesuai tugasnya dengan baik.

Berikut ini, adalah spesifikasi Samsung Galaxy Tab A7 2020:

Layar: IPS LCD 10,4 inci resolusi 2.000 x 1.200

Dimensi: 247.6 x 157.4 x 7 mm; bobot 477gram (LTE)

Material Casing: Metal

Kamera Depan: 5MP

Kamera Belakang: 8MP/AF

Chipset: Snapdragon 662

Memori: 3GB/32GB, ekspansi hingga 1TB (microSD)

Sistem operasi: Android 10 + One UI 2.1

Baterai: 7040 mAh, fast charging

Koneksivitas: Bluetooth 5.0, GSM / HSPA / LTE

Konektor: USB Type-C 2.0, jack 3.5mm

Fitur lain: Quad Stereo Speaker with Dolby Atmos, Split Screen View, Pop-up views

Warna: Dark Grey (bezel hitam) Silver (bezel putih)

Harga: Rp 5 juta

Rekomendasi