Teknologi blockchain kian merambah luas dan digunakan di berbagai industri seperti logistik, peternakan, layanan kesehatan, industri hiburan, dan gaming. Selain itu, kemampuan sumber daya manusia dalam perkembangan teknologi ini juga dihargai sangat tinggi.
Buktinya, rata-rata gaji pengembang teknologi blockchain di Amerika Serikat mencapai US$ 136.000 atau setara Rp 1,8 miliar per tahun.
Dalam perilisan berita terbaru dari LinkedIn, situs jejaring sosial yang menghubungkan para profesional di seluruh dunia, menyebutkan kemampuan paling diminati pada tahun ini adalah kemampuan yang terkait dengan blockchain. Mengalahkan kategori lain seperti artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan cloud computing.
Perusahaan teknologi seperti IBM, Oracle, Amazon, Microsoft, dan lainnya menganggap teknologi blockchain sebagai sebuah teknologi transformasional yang dapat mengubah dunia.
Baru-baru ini, Coinvestasi bersama Tezos sukses menyelenggarakan acara webinar Blockchain Developer Fast Track, dalam rangkaian Tezos Webinar dan Workshop Protokol Tezos. Mereka mengajak mahasiswa dan developer bersama-sama belajar dan mengembangkan kemampuan blockchain untuk menjadi profesional berpenghasilan besar dalam bidang ini, seperti rilisnya pada Merdeka.com.
Rangkaian acara ini diselenggarakan dua sesi pada 28 Agustus dan 31 Agustus lalu. Sesi pertama berupa Workshop Universitas yang dibuka khusus untuk mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia dan sesi kedua berupa Developer Meetup yang dibuka kepada para developer.
Pada sesi kedua ini, terdapat rangkaian hands-on atau praktik langsung pembuatan smart contract.
Advertisement
Libatkan Kampus dan Komunitas Developer
Perguruan tinggi yang turut mendukung acara Tezos Webinar ini adalah Telkom University, Universitas Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Multimedia Nusantara.
Tidak hanya itu, acara ini juga menggandeng komunitas developer di Indonesia, seperti Female Geek, Girls in Tech, Facebook Developers Bali, dan Python Regional Jogja.
Tezos adalah blockchain yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan jaringannya sendiri. Stakeholder yang terlibat dalam jaringan memberikan suaranya dengan sebuah amandemen di dalam protokol untuk mencapai konsensus sosial pada proposal tertentu, dan menciptakan peningkatan sistem yang aman serta organik.
Sistem tata kelola protokol on-chain, mekanisme Proof-of-Stake (PoS), dan kemampuan memfasilitasi verifikasi formal, menjadikan Tezos sebagai solusi jangka panjang yang ideal untuk transaksi digital, termasuk smart contract dan Security Token Offering (STO). Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://tezos.com/