Alcatel-Lucent Enterprise Umumkan Para Pemenang ALE Geek Battle 2020

Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), provider terkemuka untuk komunikasi, jejaring, dan solusi awan mengumumkan para pemenang program ALE Geek Battle 2020.

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Alcatel-Lucent Enterprise Umumkan Para Pemenang ALE Geek Battle 2020
Program ALE Geek Battle 2020. ©2020 Merdeka.com

Alcatel-Lucent Enterprise (ALE), provider terkemuka untuk komunikasi, jejaring, dan solusi awan mengumumkan para pemenang program ALE Geek Battle 2020.

Di tahap battle field (final), terpilih tiga finalis untuk masing-masing kategori, yaitu Mobile Developer, Backend Developer, dan kategori UI & UX.

Pemenang untuk masing-masing kategori adalah Nandra Saputra (Mobile Developer), Yoshua Kenny Nugroho (Backend Developer), dan Gerwin Jonathan Henri (UI & UX).

Selain mendapat hadiah uang tunai, para pemenang juga mendapat kesempatan bekerja di Alcatel-Lucent Enterprise.

“Laporan World Bank menyatakan kita masih kekurangan 9 juta tenaga terampil dan semi-terampil di bidang IT. Program ALE Geek Battle adalah salah satu inisiatif kami untuk melahirkan talenta-talenta digital baru di Indonesia yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Google Indonesia memperkirakan ekonomi digital di Indonesia mencapai US$ 124 miliar pada 2025, salah satu yang terbesar di dunia. Untuk mewujudkan hal ini, tentu dibutuhkan banyak talenta digital andal,” ujar Adios Purnama, Country Manager Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia, dalam rilisnya, kemarin.

Program ALE Geek Battle dilaksanakan bekerja sama dengan beberapa startup digital Indonesia yang memiliki perhatian dalam pengembangan digital talent di Indonesia dan mendapat dukungan pemerintah. Program ini dimulai akhir Oktober tahun lalu yang diikuti 4.122 peserta. Seluruh peserta mendapatkan beasiswa untuk mengikuti kelas Android Pemula, bagian upaya peningkatan skills peserta agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Program ini menerapkan sistem penilaian cukup ketat. Dari 4.122 penerima beasiswa kelas Android Pemula, tim juri berhasil memilih 203 orang untuk mengikuti tahap selanjutnya; kelas Programming Expert. Setelah melalui seleksi ketat, dipilih 46 peserta masuk ke tahap final. Di setiap tahap, para peserta mendapatkan bimbingan untuk meningkatkan kapabilitas mereka.

Pada setiap babak penyeleksian, para peserta dinilai oleh tim juri; Adios Purnama (Country Manager ALE Indonesia), Novse Hardiman (Channel Sales Manager ALE Indonesia), Indriani Rahmawati (ICT Empowerment Analyst Ministry of Communication and Informatics), dan Ir Budi Rahardjo MSc, PhD (dosen dan pakar IT). Kemudian Narenda Wicaksono (CEO Dicoding), Aditya Satrya (Senior Data Architect Mekari), Ibnu Sina Wardy (Founder GITS Indonesia), dan Sidiq Permana (CIO NBS Indonesia).

“Kami menerapkan sistem penilaian cukup ketat untuk memastikan program ini menghasilkan programmer terbaik yang bisa berkontribusi bagi industri digital Indonesia. Seluruh peserta kami rasa memiliki potensi besar untuk bertumbuh menjadi talenta digital Indonesia. Ini merupakan sinyal positif untuk mendukung upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan digital di Asia, bahkan dunia,” ujar Narenda Wicaksono, CEO Dicoding.

Sidiq Permana, perwakilan juri ALE Geek Battle, memberikan apresiasinya kepada para peserta yang melampaui banyak tahapan hingga tahapan presentasi.

“Kami para juri kagum pada potensi para peserta ALE Geek Battle yang mampu menelurkan aplikasi-aplikasi kreatif dan inovatif baik untuk kategori Mobile Developer, Backend Developer, maupun UI & UX. Kami berharap, hasil karya ini tidak hanya berhenti dalam kompetisi ini, namun bisa memiliki nilai komersial dan menjadi bisnis sendiri ke depan. Saya berharap, melalui ALE Geek Battle ini juga bisa menjadi jembatan bagi para peserta untuk bisa sukses ke depannya,” ungkap Sidiq.

Rekomendasi