Karena persaingan ketat di negeri Tirai Bambu, Samsung akhirnya putuskan hentikan produksi smartphone di Tiongkok, yang merupakan pasar smartphone terbesar di dunia.
Sebelumnya Samsung juga telah menutup dua fasilitas produksi, yang salah satunya berlokasi di selatan kota Huizhou.
"Di Tiongkok, orang membeli smartphone murah dari merek lokal dan smartphone kelas atas keluaran Apple atau Huawei,kata Park Sung-soon, seorang analis di Cape Investment & Securities, sebagaimana dikutip dari Reuters via Tekno Liputan6.com.
"Samsung memiliki sedikit harapan di sana untuk menghidupkan kembali pangsa pasarnya," lanjutnya.
Advertisement
Tingkatkan Efisiensi
Samsung mengatakan telah mengambil keputusan sulit ini sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi. Terlepas dari keputusan ini, Samsung akan tetap melanjutkan penjualan di Tiongkok.
"Peralatan produksi akan dialokasikan kembali ke fasilitas produksi lainnya, tergantung pada strategi produksi global kami berdasarkan kebutuhan pasar," kata Samsung dalam sebuah pernyataan.
Advertisement
Bukan Cuma Samsung
Samsung bukanlah satu-satunya pabrikan yang mengambil langkah ini. Beberapa pabrikan lainnya juga telah mengalihkan produksi dari Tiongkok.
Hal ini antara lain didorong oleh biaya tenaga kerja yang meningkat dan ekonomi yang melambat.
Sony, misalnya, juga akan menutup fasilitas produksi smartphone di Beijing. Sebagai gantinya, proses produksi smartphone Sony akan dikerjakan di Thailand.
Selain Sony, Apple juga menimbang hal yang sama dan kini sedang mengevaluasi biaya pemindahan produksi.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat