Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara, Bagaimana Startup Indonesia Menyusul?

Dari pencapaian yang membanggakan ini, pelajaran apa sih yang bisa dipetik oleh startup Indonesia supaya bisa menyusul naik level decacorn seperti Grab?

Wuri
Oleh Wuri - Reporter
Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara, Bagaimana Startup Indonesia Menyusul?
Grab Decacorn Pertama Asia Tenggara, Bagaimana Startup Indonesia Menyusul?. ©Grab

Beberapa waktu belakangan ini, dunia startup dihebohkan dengan perayaan Grab yang sukses menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara. Sebuah pencapaian fantastis mengingat cukup banyak startup yang bergerak di bidang serupa. Grab berhasil naik level decacorn, menambah jumlah decacorn yang ada di dunia bersama Bytedance, SpaceX, Airbnb, hingga Pinterest.

Dari pencapaian yang membanggakan ini, pelajaran apa sih yang bisa dipetik oleh startup Indonesia supaya bisa menyusul naik level decacorn seperti Grab?

Apa Itu Level Decacorn?

Dalam dunia startup, ada beberapa level yang membedakan status antara startup yang satu dengan yang lain. Jika selama ini yang sering kamu dengar adalah level unicorn di mana sebuah startup punya valuasi di atas USD 1 miliar, decacorn adalah capaian yang lebih besar dari itu. Sebuah startup yang berhasil menembus level decacorn diperkirakan punya valuasi di atas USD 10 miliar. Artinya, level decacorn yang diraih Grab adalah 10 kali lebih besar daripada unicorn.

Grab Decacorn Pertama di Asia Tenggara, Apa Rahasianya?

Menjadi startup decacorn pertama di Asia Tenggara jelas menjadi sebuah perjalanan panjang bagi Grab. Pertama kali beroperasi di tahun 2012 dalam format GrabTaxi, Grab terus memutar otak menciptakan berbagai inovasi yang dibutuhkan masyarakat masa kini. Seiring perkembangannya, ada 3 layanan andalan yang bisa dinikmati para pengguna, mulai dari ride hailing (GrabCar, GrabBike, GrabTaxi), fintech (GrabPay, GrabRewards), sampai marketplace (GrabFresh, GrabExpress, GrabFood).

Maka tak heran jika Grab menjadi Super App terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan solusi sehari-hari dengan layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile dan hiburan digital. Dengan filosofi platform terbuka yang diusung, Grab menyatukan para mitra untuk membuat hidup lebih baik.

Seiring pertumbuhannya, Grab menjadi decacorn (super unicorn), yang memberikan layanan terbaik untuk pengguna, dengan tarif terjangkau, sekaligus menawarkan efisiensi kepada konsumen mereka. Aplikasi Grab sendiri tercatat sudah mencapai lebih dari 138 juta download dan mencetak lebih dari 9 juta micro entrepreneur di seluruh jaringan mereka.

Lampaui Unicorn dengan Menjadi Decacorn, Bisakah Grab Capai Level Hectocorn?

Setelah berhasil melampaui startup unicorn lainnya dengan berhasil menjadi decacorn pertama di Asia Tenggara, akankah Grab lantas berpuas diri dengan statusnya saat ini? Tentu saja tidak. Masih ada level startup lainnya yang berada jauh di atas decacorn, yaitu hectocorn. Jadi, apa itu status hectocorn pada dunia startup?

Jika decacorn saja hanya segelintir startup yang mampu menembusnya, hectocorn jadi level super langka. Level ini hanya bisa dinobatkan untuk perusahaan teknologi yang punya nilai valuasi lebih dari USD 100 miliar. Mereka yang sudah mencapai level ini biasanya memutar otak 100 kali lebih keras untuk terus berkembang, menghasilkan lebih banyak profit, dan fokus pada invetasi besar dalam riset dan pengembangan.

Lalu, sudah adakah perusahaan yang berhasil menembus level hectocorn? Tentu saja ada, mereka adalah perusahaan yang sudah nggak asing lagi di telinga, seperti Apple, Google, Microsoft, Facebook, Oracle, dan Cisco. Lalu, bagaimana peluang Grab menembus level super langka ini? Grab sendiri terus berinovasi dan membenahi diri lewat layanan visioner yang memang dibutuhkan masyarakat modern. Bukan tidak mungkin ke depannya Grab terus melakukan langkah inovasi untuk menembus level hectocorn.

Bagaimana Startup Indonesia Menyusul Level Decacorn?

Menjadi startup decacorn yang beroperasi di Indonesia, kehadiran Grab jelas membuat persaingan startup semakin terasa ‘sesak’ di Indonesia. Terlebih, hingga saat ini belum ada startup tanah air yang berhasil menembus level decacorn. Lantas, bagaimana peluangnya?

Startup decacorn di Indonesia bisa terus bertambah seiring dengan inovasi yang diberikan untuk kebutuhan gaya hidup masyarakat yang semakin modern. Asalkan mau memutar otak lebih keras, peka terhadap apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar, dan bisa menghadirkan inovasi yang membantu hidup jadi lebih baik, peluang menyusul Grab menjadi decacorn selalu ada.

Halaman
Rekomendasi