Kini Pasar Tanah Abang telah memiliki e-commerce market place yang bernama tanahabangmarket.co.id. Hingga saat ini, sudah ada 250 pedagang yang membuka lapaknya. Terobosan ini, disambut baik oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara.
Menurutnya, jika berdasarkan pada data dari Social Research & Monitoring Soclab, KADIN, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), 77 persen dari pengguna internet di Indonesia mencari informasi produk dan belanja online. Nah, melihat hal itu tentu saja seiring dengan terobosan yang dilakukan oleh pengelola Pasar Tanah Abang.
"Kalau menurut data, belanja online yang paling dicari itu fashion. Jadi pas banget ada kaitannya dengan yang dilakukan sama Pasar Tanah Abang ini," ujarnya saat meresmikan market place tanahabangmarket.co.id di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (01/06).
Meski begitu, dirinya juga mewanti-wanti jika dengan adanya market place tersebut, jangan sampai membuat image Pasar Tanah Abang berbeda dengan yang ada saat ini. Terobosannya itu harus tetap bercirikan Pasar Tanah Abang.
"Kalau bicara soal Pasar Tanah Abang, apa yang melintasi pikiran kita? Belanja baju atau garment, murah, dan grosiran. Karakteristik inilah yang menjadi brand dan harus tetap dijaga walaupun menjadi online. Tapi brand dan karakteristik Pasar Tanah Abang harus melekat. Karena ini image Pasar Tanah Abang," jelasnya.
Di Pasar Tanah Abang ini, ada sekitar 30.000 pedagang tradisional dengan omset Rp 200 miliar per harinya. Sementara, menurut CEO PT Sejahtera Bersama Rakyat (Pengelola tanahabangmarket.co.id), Burhanudin Hulaimi, mengatakan, dengan adanya market place ini, dirinya menjamin tidak akan membuat toko di Pasar Tanah Abang menjadi sepi, tetapi justru dapat berkontribusi dalam meningkatkan omset Pasar Tanah Abang secara keseluruhan.
"Karena Tanah Abang Market Online ini merupakan salah satu model Sharing Economy yang dapat menguntungkan semua pihak," singkat dia.