Opera, perusahaan browser asal Norwegia, menyebut jika pihaknya belum memiliki rencana untuk meletakkan data center di Indonesia. Namun pihaknya menjamin meskipun data center nya belum ada di Indonesia, keamanan data pengguna bakal terjamin.
"Masukannya dan idenya bagus. Tapi kami bisa menjamin keamanan data pengguna. Karena kami sudah mengakuisisi SurfEasy, perusahaan virtual private networking (VPN) asal Kanada yang menjamin keamanan data di Opera. Untuk soal data center di Indonesia, kami akan membicarakan lebih lanjut lagi nantinya," kata Communication Manager Opera Indonesia, Kooswardini Wulandari, dalam sesi media briefing di Jakarta, Kamis (17/3).
Di sisi lain, bagi Opera, Indonesia merupakan pasar besar setelah India dari sisi user. Saat ini di Indonesia, berdasarkan data per Februari 2016, Opera menyebut memiliki 30 juta aktif pengguna khususnya di perangkat mobile. Angka itu diprediksi akan terus meningkat.
Dengan makin banyaknya pengguna aktif di Indonesia, pihaknya pun berjanji akan semakin menjaga keamanan data pengguna di Indonesia. Seperti menjaga keamanan data penggunanya di seluruh negara.
"Security adalah number one buat kami. Jadi kami tidak akan pernah mempublikasikan kebiasaan para pengguna kami," jelasnya.