Berdasarkan data Tri, sejak 2007 Tri beroperasi di Indonesia, mereka telah mengembangkan jaringan Teknologi 3G untuk memberikan akses mobile broadband ke 2820 kecamatan, 307 kotamadya/ kabupaten di 25 provinsi antara lain Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Java, Bali, dan Lombok.
Dalam waktu dekat akan hadir teknologi 4G di 6 kota di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Selama proses pengembangan jaringan tersebut, Tri menghadapi kendala-kendala salah satunya di kota kota dimana jaringan tersebut berada.
Tri berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat serta keterbukaan masyarakat untuk menerima pembangunan infrastruktur yang dilakukan operator khususnya di daerah rural atau kota kota kecil, sehingga hal ini tidak menjadi kendala dalam rencana ekspansi guna memberikan akses ke makin banyak masyarakat Indonesia.
Nah, baru-baru ini, Tri bersama operator GSM lainnya menerima kunjungan kerja Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Lombok hari ini (11/2). Kunjungan para wakil rakyat yang membidangi teknologi informasi dan telekomunikasi ini bertujuan untuk mendapatkan paparan lengkap seputar rencana dan perkembangan jaringan operator khususnya di Nusa Tengga Barat.
Per kuartal 3 tahun 2015, Tri telah memperluas cakupan jaringan secara nasional, yang diperkuat oleh hampir 39.000 unit BTS. Sinyal Tri telah melayani 86 persen penduduk Indonesia, dinikmati oleh 55,4 juta pelanggannya. Penetrasi pengguna smartphone di jaringan Tri mencapai hampir 80 persen. Tri akan terus melanjutkan komitmennya untuk pertumbuhan dan pemberdayaan Indonesia dengan menghadirkan akses internet bagi masyarakat Indonesia.