Berdasarkan laporan tahunan Cisco di 2015, ancaman cyber terhadap organisasi dan perusahaan semakin canggih. Bahkan peningkatan serangan malvertising meningkat hingga 250 persen di tahun lalu. Tidak salah bila Cisco mengumumkan perluasan solusi keamanannya dengan model terbaru dari Cisco® ASA with FirePOWER Services.
Sementara itu, menurut penelitian PwD, organisasi kelas menengah menjadi lebih sering terkena serangan cyber akibat mengandalkan platform keamanan yang ketinggalan zaman.
Untuk lebih jelasnya, berikut fakta-fakta mencengangkan lain yang muncul akibat serangan cyber ke organisasi dan perusahaan di dunia.
Advertisement
Berdasarkan data Cisco Annual Report 2015, kerugian rata-rata yang diderita organisasi atau perusahaan untuk satu serangan cyber di tahun 2014 adalah Rp 76 miliar!
Industri yang paling banyak menerima serangan di 2014 adalah industri ritel dengan kerugian Rp 3 triliun. Sementara itu perusahaan layanan keuangan menduduki tempat kedua dengan kerugian Rp 1 triliun.
80 Persen dari korban mengatakan bila serangan malware berdampak signifikan bagi bisnis mereka.
Advertisement
Di tahun 2013, satu serangan cyber bisa memakan waktu satu bulan, tepatnya 32 hari. Namun tahun lalu, serangan cyber menjadi lebih lama dengan rata-rata waktu serangan 45 hari ini.
Ironisnya, 55 persen organisasi atau perusahaan tidak bisa menemukan penyebab serangan cyber. Bahkan, 33 persen mengaku membutuhkan waktu 2 tahun lebih untuk menemukan celah serangan. Ini tentu berbeda terbalik dengan tingginya jumlah serangan yang mengintai perusahaan.
Advertisement
Mengalahkan malware (virus) dan jejaring sosial, serangan cyber masih didominasi oleh hacking dengan prosentase 52 persen. Di posisi kedua dan ketiga baru malware dan jejaring sosial.
Lebih lanjut, serangan cyber masih menggunakan 3 perantara utama, yakni web, jaringan, dan email.
Advertisement
Laporan Cisco mengungkap hal yang sangat mengejutkan, sekitar 99 persen mobile malware yang muncul di tahun 2013 menyasar platform Android. Jumlah menakutkan itu membuat Android menjadi rumah baru bagi pelaku kejahatan cyber.
Ada tiga malware yang paling sering menyerang gadget Android, yaitu Qdplugin-A, NewyearL-B, dan SmsSpy-J.