Jalani ritual kawin, burung ini bisa berjalan di atas air

Burung ini didaulat sebagai hewan terbesar yang bisa berjalan di atas air

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Jalani ritual kawin, burung ini bisa berjalan di atas air
Burung Grebe. © Corbis

Saat menjalani ritual kawin, hewan-hewan di dunia kerap melakukan hal-hal di luar nalar manusia. Termasuk hewan ini, burung grebe, yang diketahui bisa berjalan di atas air ketika 'berdansa' dengan pasangannya. Bagaimana bisa?

Burung grebe termasuk burung berparuh panjang yang hidup di perairan dengan memakan ikan, mirip seperti bebek. Hebatnya, burung grebe juga dikenal sebagai hewan terbesar yang bisa berjalan di atas air.

Maklum, burung ini mempunyai ukuran cukup besar dibanding bebek biasa, dengan jenis terbesar bisa mencapai panjang hampir satu meter.

Nah, ilmuwan telah memecahkan misteri bagaimana cara burung penyelam ini bisa berjalan di atas air. Berdasarkan penelitian Universitas Harvard, rahasia kemampuan berjalan di atas air burung grebe terletak di telapak kakinya.

Burung grebe mempunyai telapak kaki yang pipih dan lebar, sekilas mirip telapak kaki cicak. Selain kaki, burung ini mempunyai rahasia lain untuk berjalan di atas air, yaitu kecepatan melangkah kakinya.

Untuk bisa memaksimalkan fungsi kaki pipihnya itu, burung grebe bisa berlari dengan kecepatan 20 langkah tiap satu detik. Kaki kilat itu membuat tubuh burung grebe lebih ringan hingga 55 persen. Akhirnya, burung ini mampu berjalan atau berlari di atas air.

Menariknya, aksi berjalan di atas air burung grebe dilakukan demi menjadi yang tercepat mendapat betina untuk pasangan kawin. Saat beberapa burung grebe melakukan ritual kawin itu, mereka seakan-akan terlihat berdansa di atas air.

"Burung-burung ini mampu berlari di atas air untuk mendapat pasangan kawin. Dan sebagai hewan terbesar yang bisa 'berjalan' di atas air, burung grebe adalah contoh terbaik untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan manusia berjalan di atas air," tulis Glenna Clifton, ilmuwan Universitas Harvard, di Jurnal Experimental Biology.

Rekomendasi