APBUJA, cara mahasiswa Malang selamatkan Budaya Jawa lewat Android

Aplikasi Android ini dibuat untuk melestarikan kebudayaan Jawa yang semakin terlupakan

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
APBUJA, cara mahasiswa Malang selamatkan Budaya Jawa lewat Android
Mahasiswa POLTEKOM saat memamerkan aplikasi APBUJA di salah satu mall di Malang. ©2015 Merdeka.com

Di era digital ini, anak-anak Indonesia sangat familiar dengan gadget dan budaya modern, seperti smartphone dan jejaring sosial. Namun, seiring dengan hal itu, keberadaan budaya tradisional pun semakin terancam terlupakan. Salah satunya adalah budaya Jawa.

Berawal dari alasan itulah, Gigih Rakayuda Ambara, Mohammad Ilhamudin, Dewanta Ramdhan Al Diki, dan Agus Saputra, mengembangkan sebuah aplikasi edukasi budaya Jawa berbasis OS Android. Aplikasi edukasi buatan empat mahasiswa Politeknik Kota Malang (POLTEKOM) Jurusan Teknik Informatika itu akhirnya diberi nama APBUJA (Aplikasi Penyelamat Budaya Jawa).

Aplikasi yang dibuat dalam waktu 4 bulan itu memiliki konten yang fokus pada kebudayaan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Misalnya, bahasa, aksara, hingga kuliner khas Jawa. Selain itu, terdapat tambahan konten seperti lagu, tari, dan legenda daerah Indonesia.

Menariknya, pengguna bisa mendengarkan streaming video dan audio untuk belajar kebudayaan Jawa dari APBUJA secara langsung. Namun, fitur ini hanya tersedia di smartphone Android ICS (Ice Cream Sandwich) versi 4.0 ke atas.

Bagi Anda yang belum pernah mengenal aksara Jawa, APBUJA bisa membantu Anda belajar huruf-huruf Jawa kuno itu dari awal. Kabar baiknya, tim pengembang APBUJA akan menambahkan fitur baru seperti latihan menulis aksara Jawa langsung di smartphone Android Anda.

Untuk membantu melestarikan budaya Jawa sekaligus mengenalkan salah satu budaya kebanggaan Indonesia ini, Anda bisa mengunduh APBUJA di Google Play Store. Anda juga tidak perlu meluangkan banyak memori, sebab aplikasi ini hanya 2,1 MB.

Selain APBUJA, mahasiswa POLTEKOM Malang juga telah mengembangkan aplikasi-aplikasi edukasi Android lain yang tidak kalah menarik dan penting. Di antaranya, 'Asuhan Keperawatan' atau buku saku untuk paramedis, UU Hukum Republik Indonesia, Topeng Malangan, hingga Wisata Blitar.

"Harapan kami, anak muda Indonesia bisa melestarikan budaya kita, budaya Jawa agar tidak terpuruk atas kemajuan teknologi yang ada. Lalu, semoga APBUJA bisa berguna bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa," ujar salah satu tim pengembang APBUJA, Gigih saat dihubungi Merdeka.com lewat pesan singkat.

Rekomendasi