Produk Samsung dan Smartfren juarai pasar mobile Indonesia

Samsung dan Smartfren adalah dua brand paling laris di pasaran Indonesia.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
Produk Samsung dan Smartfren juarai pasar mobile Indonesia
Samsung. ©2014 Merdeka.com

Bulan Oktober kemarin, perusahaan peneliti pasar di Asia Tenggara, W&S Group merilis sebuah penelitian perihal pasar smartphone, khususnya brand awareness produsen smartphone di Indonesia. Dalam melakukan penelitiannya kali ini, W&S Group mengajak 1.115 responden di Indonesia.Popular Brand Indeks (PBI) yang digunakan sebagai barometer penelitian diperoleh dengan melakukan survei online terhadap 1.115 responden dalam database W&S Indonesia. Hasilnya, perusahaan mengukuhkan Samsung sebagai merek terpopuler disusul oleh BlackBerry dan Nokia (kini menjadi Microsoft) di urutan kedua dan ketiga. Menariknya, Apple yang merupakan produsen smartphone terbesar di dunia hanya menempati peringkat delapan di daftar merek terpopuler Indonesia ini. Sementara itu, Smartfren merupakan produsen smartphone lokal yang berhasil meraih peringkat enam mengalahkan produsen lokal lainnya, Evercoss, yang berada di peringkat 11.Dalam penelitian kali ini juga, W&S menemukan bahwa pengguna smartphone di Indonesia merupakan tipe pengguna yang konsumtif dan gemar berganti-ganti smartphone. Sebanyak 59,9 persen dari total responden mengungkapkan bahwa mereka tertarik untuk mengganti smartphone mereka – 39,2 persen di antaranya ingin berganti ke merek Samsung. Hal ini menyisakan 40,1 persen responden yang mengungkapkan bahwa mereka tidak ingin mengganti smartphone yang saat ini digunakan.


Dalam mengukur hasil ini, W&S menggunakan konsep Popular Brand Indeks (PBI) yang diukur dari Top of Mind (merek pertama yang diingat responden), Expansive (daya jangkau dan penyebaran merek), Last Used/Market Share (total penggunaan sebuah merek dalam jangka waktu 3 bulan terakhir) dan Future Intention (merek yang akan dibeli di waktu akan datang).Demografis responden penelitian ini tersebar dari berbagai usia dan pendapatan bulanan responden. Mulai dari jenis kelamin, 56,7 persen responden memiliki jenis kelamin pria dan 43,3 persen memiliki jenis kelamin wanita. Persentase responden terbesar memiliki rentang usia 25 hingga 29 tahun dengan jumlah responden sebanyak 445. Yang terakhir, persentase responden tertinggi dengan jumlah 14,5 persen memiliki pendapatan yang berkisar antara Rp 4,5 juta hingga Rp 6,5 juta.

Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia.

Rekomendasi