ICANN jawab kecurigaan Menkominfo tentang pengaturan internet

"Kami hidup dari para pengelola web seluruh dunia," ujar President ICANN.

Dwi Andi Susanto
Oleh Dwi Andi Susanto - Reporter
ICANN jawab kecurigaan Menkominfo tentang pengaturan internet
Fadi Chehade, Presiden The Internet Corporation for Assigned Name and Number (ICANN). ©2014 Merdeka.com

Mungkin sudah banyak yang mengetahui bahwa Amerika Serikat sebagai negara adidaya menjadi salah satu pihak yang memegang kendali akan lintas internet dunia.Namun, di saat dihelatnya Internet Governance Forum di Istanbul, Turki, Presiden The Internet Corporation for Assigned Name and Number (ICANN) Fadi Chehade menepis kecurigaan Menkominfo Tifatul Sembiring bahwa organisasinya berpihak pada Amerika Serikat dalam pengaturan internet.Lontaran jawaban dari Fadi tersebut bermula ketika sebuah pertanyaan dari Tifatul yang sedikit menyinggung akan keterkaitan ICANN dengan Amerika Serikat. Namun, dengan tenang Fadi yang meyakinkan, bahwa ICANN adalah badan mandiri yang independen dan tidak terikat dengan pihak manapun."Kami hidup dari para pengelola web seluruh dunia," kata lelaki 50 tahun berdarah Lebanon, Mesir yang sejak 18 tahun mukim di Amerika.ICANN sendiri merupakan induk dari internet resource dunia, yakni untuk domain dan internet protocol. Fadi juga mengatakan bahwa dari setiap pembelian domain, ICANN mendapatkan 1/4 dari harga dibagi dengan perusahaan pendaftar (registrar), badan pengelola negara (ccTLD) yang di Indonesia Pandi. Kecuali itu juga resource IP yang selama ini didistribusikan melalui APJII.Secara tegas, Fadi mengatakan bahwa misi dari ICANN adalah melayani masyarakat dunia dalam hal internet resource agar kehidupan lebih baik.Disampaikan juga bahwa dari setiap domain contohnya .org (dot ORG) saja ICANN tiap tahun menerima sedikitnya USD 30 juta (sekitar Rp 360 miliar). Belum dari .com dan dot-dot lainnya di dunia. Pengguna domain .com jumlahnya seluruh dunia sangat banyak, bisa 3 kali lebih daripada .org (dot org). Begitu juga pengguna IP yang tiap tahun harus bayar dan semua ujungnya adalah ke ICANN. Jadi dengan sumber daya yang mereka ciptakan itu, bisa membuat ICANN sangat mandiri."Semua pemasukan kita kembalikan untuk pengguna internet. Kita buat pelatihan, konferensi dan sebagainya. Kita harus punya kemauan (goodwill) bahwa internet dan kehidupan akan menjadi lebih baik," kata Fadi.Dalam pertemuan itu, pihak Indonesia yang tergabung dalam ID-IGF dipimpin langsung oleh Tifatul bersama dengan APJII, Pandi dan ICT Watch.

Rekomendasi