Benarkah tingkat kecanduan smartphone mahasiswa sudah parah?

Mahasiswi menghabiskan waktu dengan smartphone lebih banyak daripada mahasiswa

Bramy Biantoro
Oleh Bramy Biantoro - Reporter
Benarkah tingkat kecanduan smartphone mahasiswa sudah parah?
Smartphone. ©2014 Merdeka.com

Masa-masa kuliah kerap kali menjadi pengalaman pertama seorang remaja hidup seorang diri, yang secara tidak langsung meningkatkan ketergantungan terhadap smartphone untuk komunikasi sehari-hari. Namun, tingkat ketergantungan yang terjadi sepertinya lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya. Universitas Baylor di Texas, Amerika Serikat yang telah membuktikannya.

Lewat serangkaian penelitian yang dilakukan oleh universitas tersebut pada mahasiswanya, diperoleh sebuah hasil yang cukup mencengangkan dan mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, hasil penelitian tersebut menunjukkan fakta bila 60 persen mahasiswa mengaku telah kecanduan smartphone.

Fakta ini turut mengubah anggapan bahwa pria cenderung menggunakan hal-hal berbau gadget atau teknologi lebih banyak ketimbang wanita, terutama untuk alasan meningkatkan hubungan sosial, Baylor (27/08).

Parahnya, sekitar beberapa persen dari mereka mengaku akan merasakan cemas yang tidak biasa saat mereka jauh dari smartphone. Uniknya, mahasiswi lah yang ditengarai lebih kecanduan pada smartphone ketimbang mahasiswa. Sebab, mahasiswi menghabiskan sekitar 10 jam menggunakan smartphone, sementara mahasiswa hanya 8 jam.

Aktivitas yang berlebihan dengan smartphone juga sering disalahkan terhadap penurunan prestasi akademik. Hal ini cukup beralasan, mengingat rata-rata 'anak kuliah' menghabiskan waktu 94,6 menit per hari untuk SMSan dan sekitar 48,5 menit untuk akses email. Aktivitas lain seperti Facebookan dan internetan menghabiskan waktu berguna dari mahasiswa hingga 73 menit.

Celakanya, peneliti dari Universitas Baylor, James Robert, menegaskan smartphone juga membawa dampak buruk lain. Mahasiswa dituding kerap menggunakan smartphone untuk menyontek saat ujian, termasuk menggunakan gadget mereka untuk lepas dari tekanan pelajaran. Oleh sebab itu, Robert menganjurkan para mahasiswa untuk mulai mengurangi kecanduan mereka akan smartphone saat mulai merasakan kecemasan saat tidak bersama dengan smartphone.

Rekomendasi