Belakangan ini warga di kota Pekanbaru, Riau , diresahkan oleh banyak modus penipuan menggunakan telepon genggam. Diperkirakan, pelakunya pun orang yang itu-itu saja.
"Penipuan macam ini sudah sejak lama tapi nggak pernah hilang. Modusnya saja yang berganti-ganti," kata Bagus Himawan, warga Kecamatan Tenayanraya dilansir Antara (29/1).
Salah satu modus penipuan yang marak di sana adalah SMS palsu berisi berbagai pesan yang bisa menjebak korban. Seringkali korban disebutkan menang undian padahal mereka sama sekali tidak pernah terlibat dalam undian tersebut.
"Silahkan kirimkan ke nomor rekening ini," kata Bagus menirukan kalimat pesan penipuan itu.
Selain itu, modus lain yang digunakan adalah mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisisan. Dengan mengancam korban, polisi gadungan tersebut meminta sejumlah uang pada korban lewat sambungan telepon.
"Dia (pelaku) yang mengaku anggota polisi menelpon saya siang hari. Katanya anak saya terlibat narkoba dan dia meminta uang jaminan Rp20 juta," kata Darmiyah, warga Jalan Bukit Barisan, Pekanbaru.
Beruntung, Darmiyah tidak termakan tipuan tersebut. Padahal, dirinya mengaku sempat panik dan berlari menuju ATM.
"Beruntung, anak saya ternyata menghubungi saya dan terkejut dan menyadarkan saya. Hampir saja uang Rp20 juta lenyap," kata dia.
Melihat hal ini, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo meminta masyarakat agar lebih waspada. Terlebih, jika ada orang tak dikenal menjanjikan hal heboh.
"Jangan mudah tergiur dengan janji-janji yang ditawarkan oleh pihak-pihak tertentu. Apalagi tidak mengenal orang tersebut, bisa-bisa itu adalah modus penipuan," katanya.