BRTI fasilitasi bila operator sulit bangun BTS di jalur MRT

Operator diminta mempersiapkan penyediaan layanan telekomunikasi

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
BRTI fasilitasi bila operator sulit bangun BTS di jalur MRT
BTS. shutterstock

Bukan hanya meminta operator membangun jaringan serat optik di sepanjang jalur mass rapid transport (MRT), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) juga meminta operator untuk membangun jaringan akses alias base transceiver sttaion (BTS) di sepanjang jalur tersebut."Agar masyarakat pengguna MRT tetap dapat berkomunikasi baik suara maupun data tanpa gangguan," ujar anggota BRTI Muhammad Ridwan kepada merdeka.com, Rabu (4/12).Menurut dia, operator perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membangun BTS tersebut, dan bila diperlukan BRTI akan menjadi fasilitator dan mediatornya.Sebelumnya, operator diminta mempersiapkan penyediaan layanan telekomunikasi di jalur transportasi cepat MRT melalui koordinasi dengan instansi terkait.Dengan direncanakannya pengembangan transportasi cepat massal MRT di Jakarta dan sekitarnya, dimana sebagian dari jalurnya berada pada terowongan bawah tanah, maka BRTI meminta semua operator untuk mempersiapkan penyediaan layanan telekomunikasi di jalur tersebut.Menurut Kepala usat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S. Dewa Broto, hal itu untuk menjaga ketersambungan dan juga untuk meningkatkan kualitas layanan mengingat pada jalur-jalur sekitar paralel jalan protokol cukup pasang terpasang infrastruktur fiber optik.

Rekomendasi