Makin sering SMS, makin buruk kualitas hubungan suatu pasangan

SMS dinilai takkan menyelesaikan masalah.

Alvin Nouval
Oleh Alvin Nouval - Reporter
Makin sering SMS, makin buruk kualitas hubungan suatu pasangan
Ilustrasi sms sambil tidur. ©Shutterstock.com/Olaru Radian-Alexandru

Cukup aneh memang membandingkan data seputar penggunaan fitur SMS dengan kualitas hubungan sebuah pasangan. Namun, faktanya makin sering suatu pasangan SMS-an, makin buruk pula kualitas hubungan itu.

Seperti yang dilansir Mashable (3/11), konklusi ini didapatkan dari hasil sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Brigham Young University. Para peneliti menemukan fakta bahwa kualitas hubungan memang bisa diukur dari tingkat sering atau tidaknya SMS digunakan.

Setting dari penelitian ini sendiri sebenarnya cukup aneh. Mengambil 276 sample dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, sekitar sepertiga dari sample sendiri dipilih yang memiliki kepercayaan Mormon.

Sehingga, studi ini pun boleh dibilang tidak terlalu mewakili populasi kebanyakan karena tidak terpenuhinya keragaman sample. Namun, hasil studi ini juga tidak bisa digolongkan sebagai studi kasus.

Selain fakta di atas sendiri para peneliti juga menemukan bukti bagaimana buruknya SMS dalam sebuah hubungan. Saat marah misalnya, menjelaskan lewat SMS terbukti hanya akan memperkeruh masalah tersebut.

"Ada batasan saat kita SMS dan Anda tak bisa melihat wajah orang yang harusnya Anda lihat saat komunikasi dengan SMS," kata peneliti dalam makalahnya.

Rekomendasi