Panitia IGF bantah usir aktivis TI

Panitia menyebutkan jika salah satu di antara aktivis tersebut tidak membawa KTP sehingga tidak boleh masuk arena IGF

Arif Pitoyo
Oleh Arif Pitoyo - Reporter
Panitia IGF bantah usir aktivis TI
Aktivis TI Air Putih diusir dari arena IGF. ©2013 Merdeka.com

Kabar mengenai diusirnya aktivis TI oleh IGF ternyata membuat sejumlah panitia ajang konferensi internet dunia itu meradang. Mereka menganggap berita tersebut berlebihan.

"Tidak ada yang diusir, yang benar salah satu di antara mereka tidak membawa KTP sehingga tidak boleh masuk arena IGF," ujar seorang panitia yang enggan disebutkan namanya kepada merdeka.com, Kamis (24/10).

Menurut dia, tidak banyak yang harus pulang lagi, karena yang tidak membawa KTP cuma satu, sementara syarat untuk registrasi adalah harus membawa identitas diri.

"Bahkan sejak hari kedua panitia berprinsip semuanya dibolehkan masuk dan bisa langsung registrasi tanpa menunjukkan identitas diri," ujarnya.

Sebelumnya, puluhan aktivis TI dari Air Putih dikabarkan ditolak untuk melakukan registrasi, sementara orang asing yang sama-sama ikut mendaftar dibolehkan masuk.

"Ini melanggar prinsip-prinsip multistakeholder dan menggandeng semua komunitas yang ada," ungkap seorang aktivis TI tersebut.

Secara terpisah, aktivis TI dari ID-SIRTII Muhammad Salahuddien menilai panitia rupanya mengambil hikmah dari berita pengusiran tersebut karena lantas jadi kritik yang positif bagi panitia penyelenggara IGF.

"Hari ini mereka pasang orang lokal semua di desk registrasi dan penerimaan tamu dengan policy tunggal, yaitu semua harus bisa diterima. Yah mestinya sejak awal begitu," ujar Didin yang sudah bersiap terbang kembali ke Jakarta.

Rekomendasi